PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperkuat layanan kereta api public service obligation (PSO) sebagai moda transportasi massal yang aman dan terjangkau.

Langkah ini diwujudkan melalui operasional Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang.

in1

>>> Harga Emas Antam Jumat Turun Lagi, Kini Rp2,673 Juta per Gram

Kereta Ekonomi Kerakyatan beroperasi di lintas Pasar Senen–Lempuyangan pulang-pergi dan KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen pulang-pergi.

Sementara itu, Kereta Petani-Pedagang melayani rute Rangkasbitung–Merak dan KA Cikuray.

Penyediaan armada khusus ini bertujuan mengakomodasi kebutuhan harian petani, pedagang, pelaku UMKM, pekerja, dan pelajar. Mereka membutuhkan moda transportasi produktif dengan tarif murah.

"Kereta api menghubungkan masyarakat dengan pekerjaan, pendidikan, pasar, layanan publik, dan peluang ekonomi.

Melalui layanan PSO, KAI bersama pemerintah ingin memastikan manfaat kereta api semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari pelanggan," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Data operasional mencatat Kereta Ekonomi Kerakyatan telah melayani 34.824 pelanggan selama masa angkutan Lebaran 11 Maret–5 April 2026 dan lintas harian periode 11–17 Juni 2026.

Angka ini menunjukkan respons positif masyarakat sejak layanan diperkenalkan.

Secara kumulatif, volume penumpang KA Cikuray terus tumbuh sejak 2022 hingga mencapai 2.281.837 pelanggan per Mei 2026.

Rute ini menghubungkan kawasan pertanian Garut, perdagangan Bandung, hingga area industri di Purwakarta, Karawang, dan Cikarang.

Modifikasi Sarana untuk Kapasitas Optimal

Pengaturan sarana Kereta Ekonomi Kerakyatan berkapasitas 93 tempat duduk per kereta digarap oleh Balai Yasa Manggarai. Hal ini untuk mengoptimalkan daya angkut penumpang dengan tarif bersubsidi.

"Balai Yasa Manggarai menjadi bagian penting dari peningkatan layanan sarana penumpang.

Melalui inovasi pengaturan tempat duduk, KAI dapat mengoptimalkan kapasitas dengan tetap menjaga kenyamanan, keselamatan, dan keterjangkauan," kata Anne Purba.