Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 54 poin atau 0,30 persen ke posisi Rp 17.848 per dolar AS.

in1

>>> Kewajiban Perizinan OTA Asing Dinilai Positif untuk Investasi dan Lapangan Kerja

Pelemahan ini mendorong bank-bank besar di Indonesia memperbarui kurs jual dan beli dolar AS.

Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI 19 Juni 2026

BCA menawarkan e-rate dengan harga beli Rp 17.830 dan harga jual Rp 17.850 per dolar AS pada pukul 09.15 WIB.

Untuk transaksi TT Counter, BCA mematok harga beli Rp 17.645 dan harga jual Rp 17.920.

Sementara Bank Notes dibanderol beli Rp 17.615 dan jual Rp 17.890.

Bank Mandiri melalui Special Rate pukul 09.00 WIB menetapkan harga beli Rp 17.825 dan harga jual Rp 17.855.

>>> PT KAI Perkuat Layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Petani-Pedagang

Untuk TT Counter dan Bank Notes, Mandiri menyamakan harga beli Rp 17.590 dan harga jual Rp 17.890.

BRI pada pukul 09.10 WIB menetapkan satu harga acuan, yaitu beli Rp 17.823 dan jual Rp 17.860.

BNI melalui Special Rates pukul 09.05 WIB memasang harga beli Rp 17.847 dan harga jual Rp 17.872.

Untuk TT Counter dan Bank Notes, BNI menetapkan harga beli Rp 17.760 dan harga jual Rp 17.890.

>>> Harga Emas Antam Jumat Turun Lagi, Kini Rp2,673 Juta per Gram

Fluktuasi kurs di perbankan ini sejalan dengan pergerakan rupiah di pasar spot yang masih tertekan.