“Ini menjadi pertanyaan besar.

Dalam sebuah perusahaan tentu terdapat modal awal, dana operasional, keuntungan yang disimpan sebagai cadangan, serta pendapatan yang masih berjalan.

in1

Jika seluruhnya telah kosong, hal tersebut patut dicurigai dan perlu ditelusuri lebih lanjut,” katanya.

Di samping itu, dia juga menyoroti penggunaan pemengaruh, artis, maupun figur publik dalam promosi travel.

Penyidik diminta memastikan ada atau tidaknya pihak yang mengetahui dan turut terlibat dalam dugaan praktik penipuan tersebut.

Adapun kepolisian menyatakan tengah menelusuri aset-aset milik ASF (30), bos Hanania Travel yang menjadi tersangka, baik atas nama pribadi maupun perusahaan, untuk memulihkan kerugian para korban.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol.

Iman Imanudin memastikan penelusuran tidak akan berhenti pada pihak perusahaan atau tersangka, tetapi juga terhadap pihak yang terafiliasi dengan tersangka.

>>> Cristiano Ronaldo Gagal Cetak Gol dalam Sepuluh Laga Turnamen Besar

“Prakiraan awal terhadap dugaan jumlah kerugian yang saat ini berdasarkan hasil penyidikan kami sekitar Rp95,22 miliar,” kata Iman saat audiensi dengan Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (18/6).