Klaim di Eropa Juga Dipertanyakan

Di balik berbagai janji teknologi kendaraan otonom, sistem tersebut masih melakukan kesalahan yang kemungkinan besar tidak akan dilakukan oleh 99 persen pengemudi manusia.

Bukti terbaru muncul dari kabar bahwa Waymo, perusahaan taksi otonom, menarik kembali ribuan robotaxi setelah menemukan masalah perangkat lunak yang dapat menyebabkan kendaraan memasuki area konstruksi atau menabrak perangkat pengatur lalu lintas sementara.

in1

Sorotan terhadap klaim keselamatan Tesla juga tidak hanya terjadi di AS.

Sebagai bagian dari upaya memperoleh persetujuan penggunaan FSD di seluruh Eropa, Tesla dilaporkan menyampaikan data keselamatan yang dilebih-lebihkan kepada regulator.

Meski demikian, sistem tersebut akhirnya memperoleh persetujuan dari regulator Belanda, RDW, yang kini sedang mengupayakan persetujuan di tingkat Uni Eropa atas nama Tesla.

Tak lama setelah persetujuan dari Belanda diberikan, Manajer Kebijakan Tesla, Ivan Komusanac, mengirim surat elektronik kepada regulator Swedia untuk meminta persetujuan FSD.

Dalam email tersebut, ia dilaporkan menyatakan bahwa FSD berpotensi menyelamatkan 32.000 nyawa dan mencegah 1,9 juta cedera.

Namun, kemudian terungkap bahwa angka tersebut didasarkan pada data Amerika Serikat dengan asumsi seluruh kendaraan di negara itu digantikan oleh Tesla yang menggunakan FSD.

>>> Ekonom Ungkap Alasan Harga BBM Nonsubsidi Tak Langsung Turun Meski Minyak Dunia Melandai

Menurut Swedish Transport Agency, pihaknya akan "menelaah lebih jauh di balik angka-angka utama" untuk menentukan apakah sistem tersebut cukup aman untuk mendapatkan persetujuan.