Tesla selama bertahun-tahun menyatakan bahwa sistem bantuan mengemudi otonomnya, Full Self-Driving (FSD), lebih aman dibandingkan manusia yang mengemudikan kendaraan.

Namun, laporan terbaru mempertanyakan klaim tersebut.

in1

>>> KSM di Yogyakarta Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Alternatif

Dua senator Amerika Serikat kini meminta Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap sistem itu, seperti dilansir Carscoops, Jumat (18/6) waktu setempat.

Elon Musk dan sejumlah eksekutif Tesla berulang kali menyatakan bahwa FSD hingga 10 kali lebih aman dibandingkan pengemudi manusia.

Namun, laporan menemukan bahwa Tesla memperoleh angka itu dengan membandingkan kecelakaan pada kendaraan yang dilengkapi FSD dan mengalami pengembangan airbag dengan tingkat kecelakaan keseluruhan di AS untuk semua kendaraan, termasuk kecelakaan ringan yang tidak sampai memicu airbag.

Ada masalah kedua dalam perhitungan tersebut. Tesla membandingkan kendaraannya dengan rata-rata kendaraan di AS yang usianya jauh lebih tua dibandingkan Tesla pada umumnya.

Berbagai fitur keselamatan baru yang kini tersedia di mobil-mobil modern membantu mengurangi risiko kecelakaan, sehingga perbandingan tersebut dinilai tidak adil.

Kini, dua senator dari Partai Demokrat AS, Edward Markey dari Massachusetts dan Richard Blumenthal dari Connecticut, telah mengirim surat kepada NHTSA untuk meminta penjelasan atas sejumlah pertanyaan.

Di antara pertanyaan tersebut adalah apakah NHTSA pernah mengevaluasi klaim keselamatan FSD milik Tesla atau meminta data kecelakaan yang menjadi dasar perusahaan dalam membuat klaim tersebut.

Selain itu, kedua senator mendesak NHTSA untuk memperketat kewajiban pelaporan bagi perusahaan yang menggunakan sistem bantuan pengemudi canggih dan teknologi kendaraan otonom seperti yang dikembangkan Tesla.

>>> Apple Sinyal Naikkan Harga iPhone dan Mac Akibat Biaya Komponen Melonjak