Investor moderat membutuhkan keseimbangan antara pertumbuhan dan keamanan.

Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) atau obligasi pemerintah dan korporasi menjadi pilihan relevan karena memberikan kupon secara rutin.

in1

>>> Roberto Martinez Bela Keputusan Mainkan Cristiano Ronaldo Penuh Lawan RD Kongo

Sementara itu, tipe agresif cenderung mengejar pertumbuhan modal cepat. Saham, Reksa Dana Saham, dan aset kripto menjadi pilihan utama bagi mereka yang mampu mengelola volatilitas tinggi.

Faktor yang Memengaruhi Profil Risiko

Tingkat toleransi seseorang terhadap risiko pasar bersifat dinamis dan dapat berubah seiring waktu. Faktor internal dan eksternal turut memengaruhi perubahan profil risiko tersebut.

Usia menjadi faktor pertama yang berpengaruh.

Investor muda umumnya memiliki profil risiko lebih agresif karena memiliki waktu lebih panjang untuk memulihkan kerugian, sedangkan yang mendekati pensiun cenderung beralih ke profil konservatif.

Faktor kedua adalah kondisi keuangan serta tanggungan keluarga. Seseorang dengan dana darurat cukup dan sedikit tanggungan biasanya lebih berani mengambil risiko finansial.

Selain itu, tingkat pemahaman terhadap produk investasi juga berperan besar. Pengetahuan yang baik akan menentukan keberanian investor dalam mengambil keputusan investasi.

Cara Menentukan Profil Risiko Secara Mandiri

Proses penentuan profil risiko atau risk profiling kini banyak disediakan oleh perusahaan manajer investasi maupun platform penyedia jasa keuangan.

Investor pemula dapat menentukannya secara mandiri dengan menjawab beberapa pertanyaan mendasar.

Langkah pertama adalah menentukan tujuan investasi, apakah untuk jangka panjang seperti dana pendidikan anak atau jangka pendek demi menjaga nilai uang dari inflasi.

Selanjutnya, lakukan evaluasi terhadap jangka waktu investasi yang dimiliki.

Langkah berikutnya adalah menguji mentalitas terhadap penurunan nilai aset.

Jika Anda merasa cemas dan ingin segera menarik dana saat portofolio turun 20 persen dalam semalam, maka Anda kemungkinan besar termasuk tipe konservatif.

Terakhir, pastikan ketersediaan dana darurat sebelum menempatkan modal.

>>> Kesepakatan Damai AS-Iran Berpotensi Perkuat Fiskal dan Investasi Indonesia

Kegiatan investasi sebaiknya hanya menggunakan dana yang tidak akan digunakan untuk kebutuhan pokok dalam waktu dekat agar stabilitas finansial keluarga tetap terjaga.