"Ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pasokan, tetapi juga oleh keandalan sistem pendukungnya.

Assurance berperan memastikan kualitas, keselamatan, dan kepatuhan terjaga secara konsisten," kata Mahfud di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

in1

Menurut Mahfud, kebutuhan assurance akan terus meningkat seiring perkembangan teknologi dan sumber energi baru.

Program biodiesel, pengembangan energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga perdagangan karbon membutuhkan sistem verifikasi yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.

Secara global, industri TIC bertransformasi mendukung transisi energi dengan memperluas ruang lingkup pada pemanfaatan data digital, predictive maintenance, verifikasi ESG, dan carbon assurance.

>>> Anggota DPD Minta Warga Jaga Citra Manokwari Selama Pesparawi Nasional

Penguatan pilar assurance menjadi fondasi utama dalam menjaga transformasi menuju sistem energi yang lebih bersih dan aman.