Di sisi lain, rencana bantuan pemulihan untuk Iran senilai 300 miliar dolar AS dari AS dan mitranya tetap berjalan.

Sejumlah lembaga keuangan memproyeksikan pemulihan bertahap pasokan minyak.

in1

Goldman Sachs memprediksi ekspor dari kawasan Teluk akan kembali normal pada akhir Juli, diikuti pemulihan produksi pada Oktober 2026.

Goldman Sachs juga memperkirakan ada kenaikan arus minyak di Selat Hormuz sebesar 13 juta barel per hari.

Jumlah itu setara dengan 70% dari level sebelum terjadinya perang. Di pihak lain, BNP Paribas menilai harga minyak sulit untuk jatuh ke level sebelum konflik.

Mereka memproyeksikan harga 75 dolar AS per barel akan menjadi batas bawah yang kuat di tengah tingginya permintaan.

Ketegangan geopolitik lain turut memberi beban pada pasar energi global.

>>> Komentar JD Vance Dongkrak Harga Minyak Mentah Brent

Ukraina dilaporkan meluncurkan serangan pesawat tanpa awak ke kilang minyak di Moskow untuk kedua kalinya dalam satu pekan terakhir.