Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala yang baru. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menggantikan Mauricio Souza yang kontraknya tidak diperpanjang.

Keputusan ini diambil manajemen Macan Kemayoran untuk menyambut momentum ulang tahun ke-500 Jakarta pada 22 Juni 2027. Targetnya adalah gelar juara BRI Super League 2026/2027.

in1

>>> MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia di Bursa Saham

Langkah ini mengejutkan karena performa Persija di bawah Mauricio Souza meningkat signifikan.

Musim lalu, tim finis di posisi ketiga klasemen, lebih baik dari musim sebelumnya yang hanya peringkat ketujuh.

Reaksi Mantan Ketum The Jakmania

Mantan Ketua Umum The Jakmania, Tauhid Indrasjarief atau Bung Ferry, mengaku kaget dengan pergantian ini. Ia sebelumnya mendapat informasi bahwa kontrak Souza akan diperpanjang.

"Saya cukup terkejut karena beberapa hari sebelumnya saya dapat informasi kalau kontraknya akan diperpanjang," kata Ferry dalam diskusi di kanal YouTube "Gue Anak Jakarta".

Ia menambahkan bahwa Persija sudah memperpanjang kontrak beberapa pemain pilihan Souza seperti Van Basty Sousa dan Fabio Calonego.

"Jadi, saya pikir Souza masih bertahan," ujarnya.

Tiga Kekurangan Souza Menurut Ferry

Ferry menyoroti tiga kekurangan utama dari era Mauricio Souza. Pertama, masalah komunikasi karena Souza tidak bisa bahasa Inggris dan selalu menggunakan bahasa Portugis.

"Kalau diganti STY, ya sama. Dia juga tidak bisa bahasa Inggris.

Berarti persoalannya masih sama, yaitu komunikasi," kata Ferry.

>>> Iklan AI Maradona Picu Kontroversi di Argentina

Kedua, kontrol emosi di pinggir lapangan. Menurut Ferry, ketika Souza emosi, pemain ikut emosi.

Ia menilai STY juga memiliki temperamen tinggi.

Ketiga, keluhan berulang Souza mengenai kondisi lapangan Jakarta International Stadium (JIS) saat tim gagal meraih poin maksimal.

Ferry mempertanyakan alasan tersebut karena lawan juga bermain di lapangan yang sama.

"Image JIS sudah terlanjur kuat. Rumput dianggap sebagai masalah utama.

Akhirnya itu menjadi alasan ketika tim kalah atau hanya seri di sana," ujar Ferry.

Meski demikian, Ferry mengapresiasi gaya permainan terbuka yang diterapkan Souza. "Mau sedang unggul 2-0 atau tertinggal 0-1, Persija tetap berani menyerang.

Model permainan seperti itu sekarang jarang," katanya.

Ferry mengingatkan manajemen agar pemilihan pelatih baru disesuaikan dengan komposisi pemain yang sudah ada.

>>> Karhutla Aceh Barat: 34,1 Hektare Lahan Terbakar, Lima Kecamatan Terdampak

"Cari pelatih dengan gaya bermain berbeda, tapi lihat dulu karakter pemain yang dimiliki Persija," imbuhnya.