Faktor gaya hidup paus paruh yang memburu cumi-cumi dan ikan laut dalam juga diperkirakan memicu penumpukan di sana.

Para peneliti menulis bahwa kedalaman penyelaman maksimum untuk paus paruh diperkirakan lebih dari 3.000 meter.

in1

Mencari makan di kedalaman melebihi 3.000 meter dapat meningkatkan risiko kelelahan fatal atau penyakit dekompresi.

Topografi berbentuk V dari Zona Diamantina turut andil mengumpulkan bangkai-bangkai tersebut.

Bentuk jurang ini menyalurkan dan memusatkan bangkai paus yang mati secara alami maupun tidak disengaja ke dasar laut.

Biota kaya terpantau tumbuh subur pada lima kuburan paus yang masih aktif, termasuk moluska bivalvia, bintang mengular, dan cacing Osedax.

Kondisi ini membuktikan bahwa ekosistem kuburan paus dapat berkembang lebih luas dari pengetahuan sebelumnya.

Kawasan ini juga bertindak sebagai arsip evolusi yang menyimpan sejarah panjang paus paruh selama jutaan tahun.

>>> AS dan Iran Teken Nota Kesepahaman, Blokade Maritim Dicabut

Peneliti telah mencatat satu spesies punah yang sebelumnya tidak dikenali dan menduga masih banyak spesies lain yang belum ditemukan.