Ada dugaan bahwa gaya hidup paus paruh yang memangsa cumi-cumi dan ikan laut dalam memicu penumpukan mereka di kawasan tersebut.

"Kedalaman penyelaman maksimum untuk paus paruh diperkirakan lebih dari 3.000 meter berdasarkan kolapsnya paru dan kapasitas penyimpanan oksigen.

in1

Mencari makan di kedalaman melebihi 3.000 meter akan membebani fisiologis paus secara ekstrem dan dapat meningkatkan risiko kelelahan fatal atau penyakit dekompresi," tulis para peneliti dalam makalah mereka.

"Topografi Zona Diamantina yang berbentuk V mungkin makin berkontribusi terhadap akumulasi ini dengan menyalurkan dan memusatkan ke dasar laut, bangkai-bangkai yang tenggelam akibat kematian alami maupun tidak disengaja," tambah mereka.

Para peneliti juga mendokumentasikan biota kaya seperti cacing Osedax, bintang mengular, dan moluska bivalvia pada lima kuburan paus yang masih aktif.

>>> Wall Street Menguat Tajam Dipicu Reli Saham Sektor Teknologi

Situs ini menjadi arsip evolusi penting yang mengawetkan sejarah paus paruh, termasuk satu spesies punah yang sebelumnya tidak dikenal.