Banyak pemilik mobil menganggap kendaraan yang sudah menempuh 100.000 kilometer masih aman digunakan selama tidak menunjukkan gejala kerusakan.

Padahal, pada fase ini sejumlah komponen mulai membutuhkan perhatian lebih serius.

in1

>>> Harga Buyback Emas Antam Turun Rp39.000, Kini Rp2.475.000 per Gram

Tidak hanya soal penggantian oli dan servis berkala, kendaraan dengan odometer enam digit juga berpotensi mengalami penurunan performa.

Hadi Taruna, pemilik bengkel spesialis mobil Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, menyarankan pemeriksaan menyeluruh saat mobil mencapai 100.000 km.

"Kalau mobil sudah masuk 100.000 km, sebaiknya dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Mulai dari mesin, rem, kopling, kaki-kaki, suspensi, AC, hingga transmisi," ujar Hatar, sapaan akrabnya.

Meski karakter kerusakan tiap mobil berbeda, ada sejumlah komponen yang umumnya mulai menunjukkan gejala penurunan fungsi saat jarak tempuh tinggi.

Pemeriksaan pada Sektor Mesin

Pada sektor mesin, pemilik disarankan memeriksa sistem bahan bakar secara detail. Pemeriksaan mencakup pengujian tekanan in-tank fuel pump dan kondisi high-pressure fuel pump pada kendaraan injeksi bertekanan tinggi.

Komponen mekanis seperti timing chain, timing chain damper, dan tensioner juga perlu diperhatikan karena berpengaruh pada sinkronisasi kerja mesin.

Selain itu, periksa kondisi seal seperti camshaft, cover valve, crankshaft, dan driveshaft untuk memastikan tidak ada kebocoran.

Lakukan pengecekan kompresi mesin, periksa seluruh soket sensor, dan cek kondisi drive belt.

>>> Setelah Paskah, Tidak Ada Libur Nasional di April 2026

Pengecekan kompresi mesin penting karena dapat menggambarkan kondisi ruang bakar secara keseluruhan. Pemeriksaan melalui alat scanner juga dibutuhkan untuk membaca data sensor yang mungkin belum menimbulkan gejala nyata.

"Tak lupa periksa sistem AC dan lakukan pengecekan nilai parameter sensor dan komponen lain menggunakan scanner," ujar Hatar.