Pihak Istana Kepresidenan Prancis mengarahkan sebagian kesalahan atas kegagalan kerja sama ini kepada pemerintah di Berlin.

>>> IHSG Merosot ke Level 6.154 pada Penutupan Sesi I

in1

"Hanya Presiden Macron masih percaya FCAS bisa bertahan," ujar Senator Cedric Perrin, presiden komite luar negeri Senat Prancis.

Di sisi lain, pemerintah Jerman mengakui adanya ketidakmampuan dari kedua perusahaan untuk saling bekerja sama.

Kendati demikian, Kanselir Jerman Friedrich Merz tetap melihat adanya peluang optimistis terhadap sisa program FCAS yang masih bisa diselamatkan.

Konsep Pertahanan Udara yang Berbeda

Pasca-pembatalan ini, Prancis dan Jerman tampaknya akan beralih pada proyek domestik atau mencari kemitraan multinasional lain. Langkah tersebut diambil guna mengisi kekosongan armada jet tempur masa depan mereka.

Prancis memiliki rekam jejak panjang dalam memproduksi pesawat tempur secara mandiri sejak era Perang Cold War.

Melalui jet buatan Dassault seperti Mirage dan Rafale, Prancis mengembangkan filosofi perang udara dengan kemampuan infiltrasi, duel udara, serta peluncuran rudal jelajah.

Sementara itu, Jerman yang tidak memiliki kapal induk maupun senjata nuklir lebih membutuhkan jet tempur untuk pertempuran udara tradisional (dogfight).

Pemerintah Jerman bahkan sempat mengkaji urgensi keberadaan pilot di dalam pesawat tersebut.

Sejak Perang Dunia II, Jerman belum pernah memproduksi jet tempur secara mandiri dan selalu mengandalkan kemitraan Eropa.

Jerman Barat tercatat memproduksi pesawat pengebom Tornado pada era 1970-an bersama Inggris dan Italia, serta jet Eurofighter pada era 1990-an bersama Inggris, Italia, dan Spanyol.

Kegagalan proyek pesawat gabungan ini dinilai bukan merupakan kemunduran fatal bagi kapasitas pertahanan Eropa secara keseluruhan.

Nilai strategis proyek FCAS dianggap masih bisa diselamatkan jika pilar combat cloud dan drone pendamping tetap dikembangkan.

"Untuk jet modern bukan lagi tentang seberapa cepat mereka terbang dan seberapa tajam mereka bermanuver," kata Per Erik Solli, analis pertahanan Norwegian Institute of International Affairs.

>>> Respons Pelaku Pasar Beragam Terhadap Kenaikan Suku Bunga BI

Kehadiran drone pendamping membuat jet tempur modern kini memiliki fungsi yang lebih menyerupai kapal komando udara, bukan sekadar pesawat tempur independen.