Intel memperkenalkan Project Firefly, sebuah inisiatif untuk membantu vendor rekanan menciptakan laptop Windows murah dengan desain premium.

Langkah ini bertujuan bersaing dengan MacBook Neo yang populer berkat harga terjangkau dan performa stabil.

in1

>>> Jadwal MotoGP Ceko 21 Juni 2026 di Sirkuit Brno, Siaran Langsung Trans7

Melalui video di kanal YouTube resmi, Intel menjelaskan proyek ini fokus pada laptop tipis dan ringan dengan harga ekonomis.

Performanya mengandalkan prosesor generasi terbaru bernama Wildcat Lake yang dirilis pada April lalu, salah satunya Intel Core 5 320.

Prosesor tersebut memiliki enam inti CPU, terdiri dari dua Performance Core dan empat Efficiency Core. Konfigurasi ini diklaim andal untuk aktivitas harian seperti bekerja, belajar, browsing, dan hiburan.

Chip ini juga dilengkapi GPU terintegrasi berbasis arsitektur Xe3 dengan dua inti grafis.

Meskipun jumlah inti GPU minim, Intel mengklaim arsitektur baru ini mampu menangani kebutuhan multimedia modern, termasuk streaming video.

Komponen Smartphone untuk Tekan Biaya

Untuk memangkas biaya produksi, Intel mengumumkan laptop berbasis Wildcat Lake dapat menggunakan chip memori RAM yang biasa dipakai di smartphone.

Strategi ini memanfaatkan pasokan komponen ponsel yang lebih melimpah.

Intel juga menerapkan komponen dan pendekatan desain ponsel pintar lainnya, seperti audio codec, kabel penghubung, dan tata letak motherboard yang lebih sederhana.

>>> Keluarga Kecil Perlu Memahami Strategi Memilih Asuransi Jiwa

Sistem pendingin baru dengan heatpipe tembaga lebih tipis turut dikembangkan untuk menekan biaya dan menjaga dimensi ramping.

Pemanfaatan rantai pasok smartphone dinilai sangat efisien karena ekosistem industri ponsel sudah matang, mampu memproduksi komponen skala besar dengan biaya lebih rendah daripada industri laptop konvensional.