>>> AIIB Kucurkan Rp303 Triliun untuk Proyek Infrastruktur Indonesia

Penyerapan Zat Besi dan Waktu Minum Teh

Ulasan tersebut juga mencatat bahwa tanin alami dalam teh dapat mengurangi penyerapan zat besi non-heme, yaitu jenis zat besi yang ditemukan dalam makanan nabati.

in1

Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa memberi jeda setidaknya satu jam antara minum teh dan makan makanan kaya zat besi secara signifikan mengurangi efek penghambatan teh terhadap zat besi.

Risiko Lain: Aditif dan Kontaminan

Para penulis mengingatkan bahwa tidak semua teh sama.

Sementara infus tradisional memiliki manfaat potensial yang jelas, teh kemasan dan bubble tea dapat mengandung bahan-bahan yang merusak keunggulan tersebut.

Ulasan ini juga menyentuh masalah residu pestisida, logam berat, dan kontaminan potensial lainnya yang kadang terdeteksi dalam daun teh.

Kabar baiknya, analisis mereka menyimpulkan bahwa kadar yang ditemukan dalam infus biasa umumnya terlalu rendah untuk menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan jika dikonsumsi dalam jumlah normal.

Pesan akhir dari tim peneliti adalah bahwa teh adalah minuman sehat, dan konsumen dapat memilih jenis teh yang mereka sukai.

Namun, untuk mendapatkan manfaat maksimal, para peneliti merekomendasikan untuk memilih teh yang minim proses dan membatasi teh yang mengandung banyak aditif.

>>> Smart Tag Jadi Pelacak Cadangan Mobil yang Praktis dan Murah

Kesimpulannya, pilihlah teh daun longgar atau teh celup klasik, batasi gula dan tambahan lainnya, dan setiap cangkir teh dapat berkontribusi pada hidup yang lebih sehat dan panjang umur.