Untuk komoditas rumput laut, penebaran tahap awal menggunakan sekitar 30 kilogram bibit dengan potensi produktivitas mencapai 5 kilogram hasil panen per 1 kilogram bibit pada panen perdana tiga bulan mendatang.

Setelah panen pertama, mekanisme budidaya rumput laut dirancang menggunakan pola panen bertahap dengan rotasi setiap tiga sampai empat minggu sekali.

"Dengan pendekatan terintegrasi antara pertanian, perikanan, dan pelestarian ekosistem pesisir, kami berharap tercipta keseimbangan antara peningkatan produktivitas, penguatan ekonomi masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan," ucap Fajriyah.

Dalam mengeksplorasi potensi lahan salin, PGN bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Pemerintah Kabupaten Batang.

Sektor ekonomi alternatif dari rumput laut juga akan diperkuat melalui aksi pelestarian lingkungan berupa penanaman mangrove di area pesisir sekitar pusat budidaya guna memitigasi risiko abrasi pantai.

>>> PLN Terapkan Pembatasan Beban Listrik di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik

"Kami ingin memastikan bahwa manfaat program ini tidak hanya dirasakan pada saat panen, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat," kata Fajriyah.