PGN dan BRIN Kembangkan Minapadi Salin di Batang untuk Tingkatkan Ekonomi Pesisir
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan program Minapadi Salin di Kawasan Pantai Sicepit, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Program ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi lahan pesisir yang terdampak salinitas tinggi.
>>> Wamen HAM serap masukan revisi UU HAM lewat uji publik di Unesa
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan kolaborasi dengan BRIN dan Pemkab Batang ini merupakan upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menurut dia, budi daya padi biosalin di lahan salin dipadukan dengan pemeliharaan ikan nila salin dan rumput laut dalam satu hamparan lahan diharapkan menjadi komoditas alternatif bernilai ekonomi.
"Program Minapadi Salin merupakan wujud nyata komitmen tersebut, dengan mengintegrasikan inovasi pertanian dan perikanan, termasuk pengembangan komoditas rumput laut, untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Fajriyah.
Sebelumnya, program serupa telah diterapkan di Mangunharjo, Semarang, dan Kabupaten Jepara. Di Semarang, lahan berkembang dari 20 hektare menjadi lebih dari 115 hektare.
Di Jepara, realisasi panen mencapai 22 hektare dari target 20 hektare dengan capaian ekonomi Rp1,23 miliar. Secara keseluruhan, nilai ekonomi program padi Biosalin mencapai Rp7,66 miliar.
Di Batang, program Minapadi Salin tidak hanya mengintegrasikan padi Biosalin, tetapi juga ikan nila salin dan rumput laut sebagai sumber pendapatan tambahan.
Lahan seluas 32,26 hektare dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Barokah Mulyo, Poktan Intani, dan Poktan Dewi Sri VI.
Komoditas rumput laut yang dibudidayakan adalah Gracilaria verrucosa, yang bernilai ekonomi tinggi dan adaptif terhadap perairan bersalinitas. Pada tahap awal, ditebar sekitar 30 kilogram bibit rumput laut.
Update Terbaru
Menhut: Tren Pengendalian Karhutla Saat El Nino Terus Membaik
Kamis / 18-06-2026, 17:36 WIB
Menteri LH: Butuh 540 Ribu Sekat Kanal di RI agar Karhutla Bisa Nol
Kamis / 18-06-2026, 17:36 WIB
Lima Laporan Pilot Terkait Layang-layang di KKOP Bandara Supadio
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Mandiri Jogja Marathon 2026 Padukan Kompetisi Lari dengan Wisata Budaya
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Pemprov Jateng Sediakan Sekolah Swasta Gratis Lewat Program Kemitraan
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Mengenal Bahaya Merkuri dan Ciri Fisik Kosmetik Ilegal
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2, Motor Adventure dengan Mesin V2 890 cc
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
ShopeePay Bagikan Ide Liburan Sekolah Hemat di Rumah
Kamis / 18-06-2026, 17:35 WIB
Raul Gonzalez: Indonesia Punya Peluang Tampil di Piala Dunia
Kamis / 18-06-2026, 17:33 WIB
Persija Jakarta Lepas Empat Pemain Lokal Usai Tunjuk Shin Tae-yong
Kamis / 18-06-2026, 17:32 WIB
Situbondo Optimistis Produksi Padi Tembus 500.000 Ton Berkat Pupuk Organik Cair
Kamis / 18-06-2026, 17:32 WIB
Wapres Gibran Ajak Orang Tua Murid dan Pesantren Terlibat dalam Program MBG
Kamis / 18-06-2026, 17:32 WIB






