Ia mengatakan kerja sama dengan Pemprov Banten, Krakatau Steel, dan IKA Untirta diarahkan untuk membangun ekosistem migrasi yang aman.

>>> Pangsa Pasar Smartwatch Samsung Turun, Apple Makin Kokoh di Puncak

Hal ini mencakup penyebarluasan informasi peluang kerja internasional, pelatihan, pelayanan penempatan terpadu, hingga pemberdayaan pekerja migran setelah kembali.

Mukhtarudin menilai Banten memiliki posisi strategis dalam pengembangan PMI. Pada periode 2025 hingga 12 Juni 2026, layanan penempatan PMI asal Banten mencapai 5.542 layanan.

Namun, posisi strategis tersebut juga menghadirkan tantangan berupa praktik penempatan nonprosedural dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, BP3MI Banten melakukan 297 kegiatan pencegahan dan menyelamatkan 572 calon PMI dari keberangkatan nonprosedural.

Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik kerja sama tersebut.

Menurut dia, sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja asal Banten di tingkat internasional.

"Kami berharap, sesuai arahan Presiden, dalam beberapa tahun ke depan dapat semakin banyak pekerja migran Indonesia asal Banten yang terlatih, terdidik, dan ditempatkan melalui mekanisme resmi," katanya.

Kerja sama tersebut juga mendukung program pemerintah "SMK Go Global" yang menargetkan penempatan 500 ribu tenaga kerja terampil hingga 2029 pada sektor-sektor strategis seperti caregiver, welder, hospitality, perawat, dan pengemudi profesional.

Lamhot menegaskan IKA Untirta siap mengambil peran melalui jejaring alumni, dunia pendidikan, dan kolaborasi lintas sektor agar manfaat kerja sama dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

"Alumni memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut memastikan generasi muda memiliki akses terhadap peluang yang lebih luas.

>>> One UI 9.0 untuk Galaxy Z Fold 7 Mulai Dikembangkan Samsung

Kerja sama ini harus menjadi gerakan nyata, bukan hanya berhenti pada dokumen," kata Lamhot.