Festival Film Indonesia (FFI) 2026 meluncurkan program baru bernama Nomination Week. Program ini akan menayangkan kembali film-film yang masuk daftar nominasi kepada masyarakat sebelum malam puncak penganugerahan.

Ketua Bidang Program FFI 2026, Prilly Latuconsina, menjelaskan bahwa kegiatan ini berupa pemutaran khusus bagi publik. "Nomination Week ini merupakan screening.

>>> Pemerintah Hapus Bea Balik Nama Kendaraan Bekas, Ini Biaya yang Masih Harus Dibayar

Jadi nanti akan ada screening film-film yang masuk ke nominasi," ujarnya.

Pemutaran ulang akan dijadwalkan setelah pengumuman resmi daftar nominasi FFI 2026.

"Jadi habis malam nominasi, sudah diumumkan siapa-siapa saja film-film yang masuk nominasi, kita buka untuk publik, akan kita adakan screening," kata Prilly.

Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi bagi penonton yang kesulitan mengakses film nominasi karena masa tayang di bioskop telah berakhir.

"Supaya kita juga bisa melibatkan publik ke film-film yang masuk ke dalam nominasi. Karena kan kemarin, 'Ini kita belum nonton nih film-filmnya yang masuk nominasi'," ucap Prilly.

>>> FIF Siapkan Dana Rp545,92 Miliar untuk Lunasi Dua Obligasi Juli 2026

Rencana penayangan mencakup film cerita panjang dan film pendek di beberapa kota besar, termasuk Jakarta. Mekanisme tiket berbayar atau gratis untuk sesi pemutaran masih belum diumumkan.

Masterclass Digital untuk Sineas Muda

FFI 2026 juga memperkenalkan program Masterclass dalam bentuk video digital. Program ini merespons tingginya permintaan edukasi dari mahasiswa dan sineas muda.

"Akhirnya program ini kita buat Masterclass FFI, yang di mana Masterclass FFI ini akan dikemas dalam bentuk video yang berkualitas dan akan tayang di platform digital FFI," jelas Prilly.

Melalui format digital, konten edukasi diharapkan menjangkau ekosistem perfilman yang lebih luas di berbagai daerah secara berkelanjutan.

"Supaya masterclass itu bisa ditonton sama seluruh Indonesia, dan harapannya program ini juga bisa menjadi investasi jangka panjang karena ini bisa nanti terus dilakukan sampai tahun-tahun berikutnya," ujar Prilly.

>>> Turis Australia Lebih Pilih Espresso saat Liburan di Bali

Program pembelajaran digital ini akan melibatkan para praktisi industri perfilman tanah air, seperti sutradara, penulis skenario, hingga aktor dan aktris.