>>> BI Turunkan Batas Beli Valas Tanpa Underlying Jadi 10.000 Dolar AS per 1 Juli

Namun, dia menegaskan bahwa Indonesia tetap menaruh perhatian dan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan yang melanda Palestina.

"Indonesia siap bekerja sama dengan Rusia dan seluruh negara anggota ASEAN untuk memastikan kemitraan ini berkontribusi pada ketahanan yang lebih besar, kemakmuran, serta stabilitas yang langgeng," ujar Sugiono.

Impor Minyak dan PLTN Terapung

Indonesia memastikan tetap melanjutkan impor minyak mentah dari Rusia sebagai bagian dari upaya memperkuat cadangan energi nasional di tengah gangguan rantai pasok global akibat konflik AS-Iran.

Komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026, merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

Selain impor minyak, Indonesia tengah menjajaki pembangunan armada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terapung dengan perusahaan nuklir milik Rusia, Rosatom.

Direktur Utama Rosatom Alexey Likhachev menyatakan bahwa penjajakan komersial ini menindaklanjuti ketertarikan besar pemerintah Indonesia terhadap teknologi nuklir dalam transisi energi.

"Indonesia menunjukkan ketertarikan yang sangat besar pada teknologi nuklir.

Atas undangan Presiden Prabowo, delegasi besar Rosatom mengunjungi Indonesia beberapa minggu lalu," ujar Likhachev di sela KTT ASEAN-Rusia.

Fokus utama pembicaraan dengan Presiden Prabowo adalah pembangunan reaktor nuklir terapung, dengan melibatkan pelaku bisnis Indonesia untuk mendukung lokalisasi teknologi.

>>> Menhan Sjafrie Minta Prajurit YTP di Aceh Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Menurut Likhachev, bagi Indonesia yang memiliki karakter geografis kepulauan dengan garis pantai panjang, pembangkit energi dengan reaktor nuklir di atas kapal atau tongkang lebih relevan dan efisien dibandingkan infrastruktur konvensional di darat.