>>> 3 HP Vivo dengan Desain Kamera Mirip iPhone 17, dari Entry hingga Premium

Proses pemulihan berjalan lambat dan menyakitkan, menuntut penanganan medis yang dilakukan setiap jam demi menyelamatkan penglihatannya.

"Saya mengalami mimpi buruk. Sejak saat itu saya panik setiap kali mendengar suara yang tidak biasa.

Satu-satunya hal yang membuat saya bertahan adalah mengetahui anak-anak saya selamat," tutur Wissa.

Operasi besar pada kedua mata menjadi jalan yang harus ditempuh, meninggalkan konsekuensi medis yang harus ia bawa sepanjang sisa hidupnya.

"Dokter mengatakan jika saya tidak mendapatkan penanganan secepat itu, konsekuensinya akan jauh lebih buruk," ucap Wissa.

Kebangkitan dan Babak Baru

Wissa menolak membiarkan trauma tersebut mengendalikan masa depannya.

Ia tetap melanjutkan proses transfer ke Brentford pada musim panas 2021, membangun kembali reputasinya sebagai penyerang yang disegani dengan catatan 49 gol dari 149 penampilan, sebelum akhirnya dipinang oleh Newcastle United melalui kesepakatan bernilai besar.

Kini, narasi mengenai dirinya telah berubah sepenuhnya.

>>> Dataiku Luncurkan Cobuild, Agen AI untuk Percepat Proyek dan Perkuat Tata Kelola

Di panggung Piala Dunia 2026, pria berusia 29 tahun ini tidak lagi dikenang sekadar sebagai korban kejahatan yang selamat, melainkan sebagai pahlawan nasional yang menghidupkan kembali harapan sepak bola DR Kongo.