"MJM membuktikan olahraga, budaya, dan pariwisata dapat bersinergi menggerakkan ekonomi daerah. Yogyakarta diuntungkan dari lonjakan okupansi hotel, kuliner, hingga transportasi setiap kali ajang ini digelar," ujar Imam.

Rute Budaya dan Keberlanjutan

Visualisasi budaya Yogyakarta dipadukan ke dalam rute dan atribut perlombaan. Lintasan lari dirancang melewati situs bersejarah dan pemukiman tradisional untuk memperkenalkan warisan budaya lokal kepada peserta.

Race Director MJM 2026 dari iSport, Pandu Bagus Buntaran, menjelaskan setiap kilometer adalah perjalanan menyusuri Sumbu Filosofis.

Garis imajiner itu membentang dari Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, hingga Tugu Pal Putih.

Dukungan transaksi digital dan ekosistem pembayaran disiapkan melalui kemitraan strategis. Fasilitas transaksi seamless diharapkan mempercepat perputaran ekonomi dari sektor pariwisata hingga pedagang kecil.

Corporate Communications Visa Indonesia Astri Abyanti mengatakan sport tourism tidak hanya menarik kunjungan, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas di tingkat lokal.

Visa memastikan setiap interaksi berlangsung seamless, aman, dan terhubung.

Seluruh peserta MJM 2026 diproteksi asuransi kecelakaan diri dari PT AXA Mandiri Financial Services dengan total pertanggungan Rp100 miliar.

Bank Mandiri juga menerapkan prinsip keberlanjutan melalui program pengelolaan sampah zero waste to landfill dan penyediaan race pack dari tekstil daur ulang seberat 1,25 ton.

Adhika Vista menambahkan, melalui pendekatan yang memadukan olahraga, budaya, keberlanjutan, dan pemberdayaan ekonomi, Bank Mandiri menargetkan MJM 2026 menjadi tolok ukur sport tourism nasional.

>>> Uni Eropa Siapkan Strategi Dagang Baru Hadapi Defisit dengan China

Ajang ini diharapkan menjadi perayaan kota yang hidup dan berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat Yogyakarta.