>>> Kevin Warsh Debut Pimpin Pengumuman Suku Bunga The Fed

Akamai Perkuat Strategi dengan AI dan Edge Computing

Menghadapi situasi ini, Akamai memperkuat strategi bisnis di Asia Pasifik dengan fokus pada teknologi AI dan komputasi edge.

Perusahaan mencatat pendapatan tahunan menembus 1 miliar dolar AS di kawasan tersebut pada 2025.

Akamai mendorong implementasi AI yang lebih dekat dengan pengguna melalui metode inferensi di edge. Langkah ini memproses data dekat dengan sumbernya untuk menekan latensi dan mempercepat respons.

"Tantangan sesungguhnya pada saat ini adalah memastikan bahwa AI dapat berfungsi dengan baik di lingkungan nyata di mana latensi, skalabilitas, dan keandalan secara langsung memengaruhi pendapatan dan pengalaman pelanggan," kata Sean Li, Senior Vice President of Sales sekaligus Managing Director APAC Akamai.

Menurutnya, penempatan proses AI yang lebih dekat dengan pengguna dapat mengoptimalkan kinerja layanan digital, seperti sistem rekomendasi, analisis video langsung, dan platform digital berbasis AI lainnya.

Arsitektur cloud tradisional dinilai memiliki keterbatasan karena tidak dirancang untuk pemrosesan AI real-time skala besar. Oleh karena itu, pendekatan komputasi edge dianggap menjadi jalan keluar yang lebih efisien.

Akamai mengandalkan jaringan cloud terdistribusi dan infrastruktur edge global untuk mendukung pemrosesan AI sekaligus meningkatkan keamanan.

Strategi ini juga mencakup penguatan perlindungan pada beban kerja AI agar performa tetap terjaga.

>>> Harga Emas Pegadaian 18 Juni 2026 Turun, Galeri 24 hingga UBS Kompak Melemah

"Saat AI mentransformasi cara bisnis beroperasi, Akamai merancang infrastruktur cerdas yang dibutuhkan untuk web agentik, membantu perusahaan membangun sistem yang tidak hanya berjalan secara teori, tetapi juga mampu bekerja dalam kondisi dunia nyata," kata Li.