Minyak bumi masih memenuhi 75 persen pertumbuhan kebutuhan energi transportasi sejak 2015. Sisa kebutuhan lainnya dipenuhi oleh bioenergi, yang didorong oleh pesatnya penggunaan biodiesel di Indonesia.

Sementara itu, permintaan listrik tumbuh rata-rata 6 persen per tahun sejak 2015.

Total kebutuhan listrik saat ini telah melampaui 1.300 terawatt hour (TWh) dan menyumbang lebih dari seperlima konsumsi energi final kawasan.

Peningkatan penggunaan peralatan rumah tangga seperti kulkas dan mesin cuci turut memicu lonjakan ini.

Selain itu, stok AC rumah tangga telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2015 dan diproyeksikan melonjak tiga kali lipat hingga 2035.

Pusat data atau data center kini juga mulai menjadi sumber permintaan listrik baru di beberapa negara ASEAN.

>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.856 Menjelang Pengumuman Suku Bunga Bank Indonesia

Ledakan permintaan ini menegaskan posisi strategis Asia Tenggara yang harus dihadapi dengan kesiapan pasokan energi yang aman dan terjangkau.