>>> Saham Telkom Merosot 7,43 Persen akibat Efek Ex Date Dividen

Angka ini mengalami kenaikan tipis dari posisi April 2025 yang sebesar 27,614 miliar dolar AS.

Sementara itu, China dan Jepang terus bersaing ketat di posisi berikutnya.

Utang Indonesia kepada China tercatat sebesar 25,435 miliar dolar AS atau sekitar Rp 452,83 triliun per April 2026, melonjak signifikan dari posisi tahun 2013 yang hanya 6,158 miliar dolar AS.

Sebaliknya, Jepang yang lama menjadi mitra utama justru menunjukkan tren penurunan secara bertahap.

Nilai ULN dari Jepang berada di angka 20,901 miliar dolar AS atau setara Rp 372,09 triliun pada April 2026, menyusut dari tahun 2013 yang sempat mencapai 32,826 miliar dolar AS.

Kreditur Asia Masih Mendominasi

Selain empat besar tersebut, wilayah Asia lainnya seperti Hong Kong dan Korea Selatan ikut masuk dalam jajaran penyumbang pembiayaan utama.

Hong Kong mencatatkan nilai 19,434 miliar dolar AS, sedangkan Korea Selatan stabil di angka 8,662 miliar dolar AS.

Secara umum, pasokan pembiayaan luar negeri Indonesia masih berpusat dari kawasan Asia.

Di luar regional tersebut, negara Eropa seperti Perancis berkontribusi sebesar 8,908 miliar dolar AS dan Jerman sebesar 5,124 miliar dolar AS.

Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia menilai struktur utang luar negeri Indonesia masih dalam kondisi sehat.

>>> BPJPH Dorong Perluasan Sertifikasi Halal UMK Daerah

Indikator ini terlihat dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang terjaga di level 29,6 persen pada April 2026, dengan dominasi utang jangka panjang mencapai 84,5 persen.