Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik, Riset, dan Analisis, Heri Supriyadi, menambahkan bahwa perusahaan asuransi umum BUMN akan menemui konsultan untuk menerima hasil kajian skema merger.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.856 per Dolar AS pada Kamis Pagi

Sinyal Positif dari Sektor Asuransi Jiwa

Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri & Internasional AAJI sekaligus Direktur Utama AXA Mandiri, Handojo G.

Kusuma, menilai rencana ini sebagai langkah baik untuk menciptakan entitas yang lebih kokoh.

"Kami melihat konsolidasi ini secara positif karena pada akhirnya akan menghasilkan perusahaan yang lebih kuat.

Tentu yang penting adalah bagaimana proses konsolidasinya dilakukan dan tetap memperhatikan kepentingan nasabah masing-masing perusahaan," ujar Handojo dalam konferensi pers di Grha AAJI, Selasa (2/6/2026).

Handojo menyebut proses restrukturisasi masih dalam tahap penjajakan awal oleh BPI Danantara, sehingga mekanisme final belum bisa dipaparkan.

Ia berharap langkah ini menjadi pemantik bagi industri asuransi untuk memperkuat fondasi keuangan, terutama pemenuhan modal menjelang target penguatan industri 2028.

Sebelumnya, Danantara memaparkan rencana pemangkasan jumlah perusahaan asuransi milik negara dari 15 menjadi tiga entitas dengan fokus asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.

Secara keseluruhan, pemerintah berencana merampingkan sekitar 1.043 entitas BUMN menjadi sekitar 300 entitas melalui restrukturisasi lintas sektor.

Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, menilai merger ini akan mendongkrak kapasitas permodalan BUMN asuransi secara signifikan, sehingga kemampuan menanggung risiko investasi lebih besar dan keunggulan masing-masing korporasi dapat disatukan.

>>> Atur Posisi Tempat Tidur Menurut Islam untuk Raih Keberkahan

Namun, ia mengingatkan adanya tantangan seperti berkurangnya kompetisi dan perlunya menyelaraskan perbedaan budaya korporasi.