Menteri Kebudayaan Margareth Menezes meluncurkan dua program publik baru di negara bagian Paraná, Brasil, pada Rabu, 17 Juni 2026.

Program tersebut adalah Territórios Verdes da Cultura dan Conviver, yang diluncurkan dalam kunjungan kerja ke kota Paranaguá dan Colombo.

>>> 16 Emiten Masuki Batas Akhir Pembelian Saham Dividen, Yield hingga 5%

Langkah Kementerian Kebudayaan (MinC) ini bertujuan memperkuat keberlanjutan, adaptasi iklim, serta manajemen kolaboratif pelestarian warisan budaya di wilayah bersejarah yang dihuni komunitas berpenghasilan rendah.

Program Conviver untuk Restorasi Bangunan Bersejarah

Program Conviver dijalankan oleh Institut Warisan Sejarah dan Artistik Nasional (Iphan) bersama Universitas Federal Paraná (UFPR).

Program ini menerima investasi sebesar R$ 878,3 ribu dari emendasi parlemen untuk aksi konservasi dan restorasi.

Dalam kunjungan di Paranaguá, perhatian tertuju pada pemulihan bangunan bersejarah Institut Pendidikan Dr. Caetano Munhoz da Rocha yang baru saja mengalami musibah kebakaran.

Anggota parlemen Gleisi Hoffmann menyatakan bahwa dana melalui Hukum Rouanet sebenarnya telah disetujui untuk restorasi gedung sebelum insiden kebakaran terjadi.

Pemerintah federal menegaskan komitmen penuh untuk membangun kembali fasilitas bersejarah tersebut bersama dengan komunitas lokal.

>>> IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Presiden nasional Iphan, Deyvesson Gusmão, menekankan bahwa pelestarian kebudayaan di Paranaguá mencakup potensi besar baik dari aspek material maupun imaterial seperti kesenian Fandango Caiçara.

Program Territórios Verdes da Cultura di Colombo

Di Colombo, pemerintah meluncurkan program Territórios Verdes da Culture di CEU das Artes Daniel de Jesus Rosa.

Program ini merupakan proyek adaptasi iklim yang mengintegrasikan ruang budaya dengan solusi alam.

Direktur Coletivo Soylocoporti, João Paulo Mehl, menyatakan bahwa kehadiran menteri di Colombo menunjukkan partisipasi kuat pemerintah federal di daerah pinggiran kota.

Program ini juga menandai perluasan nasional unit kebudayaan bergerak bernama MovCEUs, termasuk pengiriman unit baru ke Fazenda Rio Grande, Quedas do Iguaçu, Ponta Grossa, dan Tarauacá di Acre.

Subsekretaris Ruang dan Peralatan Budaya Kementerian Kebudayaan, Cecília Sá, mengatakan bahwa MovCEUs memiliki kemampuan menghubungkan komunitas dan menghargai identitas lokal.

>>> Mantan Karyawan NCS Singapura Dihukum Penjara karena Hapus 180 Server

Hingga akhir tahun 2026, jaringan MovCEUs ditargetkan mencapai 150 unit bergerak di seluruh Brasil dengan total investasi melebihi R$ 77 juta dari Novo PAC, anggaran kementerian, dan emendasi parlemen.