Wonderlab, destinasi bermain dan edukasi fisik berbasis teknologi mekatronik, resmi dibuka di Lantai 6 Senayan City, Jakarta.

Tempat ini menjadi arena playground imersif pertama di Indonesia yang mengintegrasikan permainan dengan sistem mekatronik untuk anak, praremaja, serta keluarga.

>>> Mengenal Ciri Perempuan Cerdas Lewat Kombinasi IQ dan EQ Tinggi

Co-Founder & President Director Wonderlab, Belinda Luis, mengatakan Wonderlab hadir untuk mengembalikan keseimbangan antara pencapaian akademik dan perkembangan fisik anak.

"Sebuah ruang di mana anak dan praremaja bisa bergerak, berpikir, mencoba, bahkan gagal lalu mencoba lagi, dan tumbuh menjadi pribadi yang berani, tangguh, adaptif, dengan rasa ingin tahu yang tinggi," ujarnya dalam konferensi pers, Senin, 15 Juni 2026.

Fasilitas dan Teknologi

Wonderlab berdiri di atas lahan seluas 1.405 meter persegi dengan konsep mechatronic play, yaitu sistem permainan interaktif yang menggabungkan unsur mekanik dan elektronik.

Sistem ini merespons setiap pergerakan pengunjung secara langsung.

Area bermain utama memiliki zona petualangan imersif seluas 460 meter persegi yang dilengkapi teknologi projection mapping.

>>> Artotel Group dan Perisai Psikologi Luncurkan Wisata Mental Mindhavana

Playground ini juga menyediakan kolam bola raksasa yang menampung 320.000 bola, menjadikannya salah satu kolam bola terbesar di Jakarta.

Selain area ketangkasan, terdapat Wonder Class, ruang kelas multidisiplin yang dipandu instruktur profesional untuk anak usia 1 hingga 8 tahun.

Programnya mencakup kelas senam, balet, tari, olahraga campuran, hingga aktivitas kreatif penyaluran ekspresi diri.

Para orang tua dan pendamping dapat memanfaatkan Wonderlab Café yang disediakan di dalam area untuk bersantai selama menunggu anak-anak beraktivitas.

Co-Founder & Creative Director Wonderlab, Christian Melvin, menjelaskan setiap elemen di Wonderlab dirancang dengan tujuan.

>>> 4 Rekomendasi Lip Serum Pencerah untuk Mengatasi Bibir Gelap

"Pencahayaan diatur untuk mempertajam fokus, lingkungan merespons gerakan, dan tantangan fisik mendorong eksplorasi serta kemampuan beradaptasi," paparnya.