Yum Brands resmi menjual seluruh bisnis jaringan restoran Pizza Hut senilai 2,7 miliar dolar AS atau setara Rp 47,98 triliun pada Rabu (17/6/2026).

Langkah strategis ini diambil setelah restoran legendaris tersebut mengalami tekanan persaingan ketat dan penurunan penjualan global.

>>> Layar XR 1,3 Inci Samsung Tembus 40.000 Nits

Detail Transaksi dan Pembeli

Perusahaan ekuitas swasta LongRange Capital akan mengambil alih operasional Pizza Hut di luar wilayah China daratan dengan nilai transaksi mencapai 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 26,65 triliun.

Sementara itu, bisnis di China daratan dibeli oleh Yum China Holdings Inc. seharga 1,2 miliar dolar AS atau berkisar Rp 21,32 triliun.

Penjualan ini dipicu oleh performa bisnis Pizza Hut yang terus merosot dibanding merek lain di bawah naungan Yum Brands seperti KFC dan Taco Bell.

Sepanjang tahun 2025, penjualan global Pizza Hut turun 2 persen di saat penjualan total grup justru tumbuh 5 persen, hingga memaksa penutupan 250 gerai di Amerika Serikat pada Februari lalu.

Kondisi penurunan ini mendapat sorotan dari pengamat industri yang melihat adanya keterlambatan adaptasi dari manajemen restoran terhadap perubahan kebiasaan konsumen.

"Pizza Hut telah lama menjadi titik lemah dalam portofolio Yum," tulis Direktur Pelaksana GlobalData Neil Saunders pada Selasa.

>>> Bank Indonesia Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan 5,5 Persen

Pihak GlobalData menilai bahwa investasi besar diperlukan untuk mengembalikan pertumbuhan restoran yang kini kalah bersaing dengan platform pengiriman makanan digital.

"Meskipun ada upaya untuk merevitalisasi merek dan menutup lokasi yang berkinerja buruk, semakin jelas bahwa mendorong divisi ini kembali ke pertumbuhan akan memerlukan tingkat investasi dan kesabaran yang Yum belum siap untuk berkomitmen," lanjut dia.