Kelompok berpenghasilan Rp3 juta hingga Rp7 juta per bulan turun 1,7 poin, sementara kelompok berpenghasilan hingga Rp1,5 juta per bulan turun 1,2 poin.

Satu-satunya segmen yang tumbuh positif adalah kelompok berpenghasilan Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan, yang naik 5,0 poin.

Meski terkoreksi, IMK kelompok berpenghasilan di atas Rp7 juta per bulan masih berada di atas level 100, menandakan fondasi keuangan yang kuat.

LPS mencatat Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada Mei 2026 naik 2,8 poin ke posisi 92.

Kenaikan ini didorong oleh perbaikan Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) yang naik 3,8 poin ke 72,3 dan Indeks Ekspektasi (IE) yang naik 2,1 poin ke 108,2.

Faktor pendorong IKK antara lain distribusi bansos, ketersediaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, dan geliat sektor usaha baru.

Namun, kendala seperti gagal panen dan penyesuaian harga BBM non-subsidi serta elpiji membatasi pertumbuhan optimisme.

Berdasarkan pendapatan, kenaikan IKK tertinggi terjadi pada kelompok berpenghasilan maksimal Rp1,5 juta per bulan, yaitu 8,2 poin.

Kelompok berpenghasilan Rp1,5-3 juta naik 3,7 poin, dan kelompok Rp3-7 juta naik 1,9 poin.

>>> Argentina Tekuk Aljazair 3-0, Messi Cetak Hat-trick dan Samai Rekor Klose

Sebaliknya, kelompok di atas Rp7 juta justru turun 5,4 poin, meski masih di atas level 100.