Pemerintah optimistis sistem ini dapat mencakup sebagian besar wilayah pada akhir tahun.

"Dan nanti pada Oktober-November presiden launching secara nasional 541 kabupaten.

Kami harap itu semua sudah bisa, mungkin 80-90% sambil jalan sehingga akhir tahun kita semua sudah jadi," kata Luhut.

Akurasi data yang dihasilkan dari sistem perlinsos digital ini diharapkan menjadi pijakan strategis bagi kebijakan pemerintah lainnya.

Dalam jangka panjang, ketepatan sasaran penerima bantuan berpotensi menciptakan efisiensi belanja negara sekitar Rp 170 triliun hingga Rp 260 triliun, atau setara US$ 10-15 miliar.

Proyeksi penghematan tersebut merupakan estimasi strategis yang realisasinya sangat bergantung pada kualitas data dan keberhasilan perluasan sistem.

>>> Mentan Minta Polisi Periksa 130 Pabrik Sawit yang Tak Naikkan Harga TBS

Program modernisasi ini berjalan di bawah kolaborasi lintas kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP).