Masa depan Thomas Tuchel sebagai manajer Timnas Inggris tetap dibayangi target besar meski baru mendapatkan perpanjangan kontrak.

Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menyisipkan klausul khusus yang berkaitan dengan pencapaian tim.

>>> Alex Abbad Gelar Resepsi Pernikahan Sederhana di Tulungagung

Ketentuan tersebut memungkinkan FA untuk memberhentikan pelatih asal Jerman itu jika Inggris gagal mencapai target di Piala Dunia 2026.

Tuchel mulai menakhodai The Three Lions pada awal tahun lalu dengan target utama memenangkan trofi juara dunia.

Awalnya, kontraknya direncanakan selesai setelah turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu berakhir.

Namun, FA mengambil langkah memperpanjang masa bakti mantan juru taktik Chelsea dan Bayern Munchen tersebut pada Februari lalu.

Kontrak baru Tuchel kini berdurasi hingga selesainya kompetisi Euro 2028.

Meski telah mengamankan tanda tangan sang manajer untuk dua tahun tambahan, kesepakatan itu tidak mutlak tanpa risiko.

Chief Executive FA, Mark Bullingham, membenarkan eksistensi poin pencapaian dalam kontrak tersebut.

"Klausul performa selalu ada dalam setiap kontrak yang dibuat FA, tetapi saya tidak akan membahas detailnya," ujar Bullingham.

Pernyataan itu memicu spekulasi kuat mengenai posisi Tuchel.

Mantan pelatih Paris Saint-Germain itu berpotensi didepak lebih awal jika performa Harry Kane dan kolega mengecewakan di Piala Dunia 2026.

Bullingham sempat ditanya mengenai potensi celah bagi Tuchel untuk menyudahi kerja sama secara sepihak. Namun, ia menegaskan bahwa posisi hukum FA berada di atas angin dalam kesepakatan ini.

>>> Kiper Tanjung Verde Vozinha Gagalkan Spanyol di Piala Dunia 2026

"Kami bisa memastikan dia tetap menjalani kontraknya," kata Bullingham.

Sejak memegang kendali kepelatihan The Three Lions, Tuchel sebetulnya menorehkan statistik luar biasa. Ia mampu mempersembahkan delapan kemenangan beruntun di laga kompetitif tanpa kebobolan satu gol pun.