>>> IMF: Ekonomi Global Tangguh Meski Konflik Timur Tengah Berlangsung Tiga Bulan

Penguatan pasar kripto terjadi bersamaan dengan membaiknya sentimen risiko global.

Setelah kesepakatan AS-Iran diumumkan, harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 4 persen menuju kisaran 83 dolar AS per barel karena pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya membebani prospek ekonomi dunia.

Di saat yang sama, pasar saham Asia bergerak menguat, kontrak berjangka indeks saham AS berada di zona hijau, sementara tekanan terhadap dolar AS mulai mereda.

Faktor Lain yang Perlu Dicermati

Meski demikian, INDODAX menilai investor tetap perlu mencermati sejumlah faktor lain yang akan menentukan keberlanjutan tren positif di pasar kripto.

"Meredanya ketegangan geopolitik tentu menjadi perkembangan yang positif bagi pasar.

Namun, investor masih perlu mencermati berbagai faktor lain, termasuk arus dana institusional melalui ETF Bitcoin spot, perkembangan regulasi, kebijakan moneter global, minat investor, serta kondisi likuiditas global.

Karena itu, kami melihat penting bagi investor untuk tetap memperhatikan perkembangan pasar secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu sentimen tertentu," jelas Aloysia.

Salah satu indikator yang kini menjadi perhatian pelaku pasar adalah arus dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat.

Dalam sepekan terakhir, instrumen tersebut masih mencatat outflow sebesar US$1,72 miliar, yang menunjukkan sebagian investor institusional masih mengambil sikap hati-hati terhadap aset berisiko.

>>> Kapan Harus Mengganti Sepatu Lari? Kenali Tanda Kerusakan dan Risikonya

Selain perkembangan geopolitik, pasar juga terus memantau arah kebijakan moneter global, perkembangan regulasi aset digital, serta kondisi likuiditas dunia yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa bulan mendatang.