Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengajukan tiga program unggulan atau flagship program sebagai fokus utama pengembangan sektor ekonomi kreatif nasional pada tahun 2027.

Ketiga program tersebut adalah Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam rapat kerja bersama DPR RI.

>>> Norwegia Hajar Irak 4-1 pada Laga Perdana Grup I Piala Dunia 2026

Langkah strategis ini diarahkan agar sektor ekonomi kreatif memberikan dampak nyata pada investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja.

Upaya ini juga ditargetkan untuk menekan angka kemiskinan serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029.

Kemenekraf juga merancang bantuan pemerintah untuk memperkuat sarana dan prasarana produksi pelaku kreatif. Penguatan kelembagaan serta diplomasi ekonomi kreatif digenjot guna memperluas akses pasar internasional.

Rencana kerja ini disusun untuk mendukung target RPJMN 2025–2029, khususnya Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.

Target utama meliputi pertumbuhan PDB ekonomi kreatif sebesar 5,8 persen dan pertumbuhan ekspor sebesar 5,5 persen dengan nilai mencapai USD29,39 miliar.

Sektor ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 26,58 juta tenaga kerja. Nilai investasi di bidang ekonomi kreatif ditargetkan menyentuh Rp157,65 triliun.

Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa usulan program dan anggaran 2027 selaras dengan tema RKP 2027, yaitu "Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri."

Pengembangan talenta, kreativitas berbasis kekayaan intelektual (IP), serta peningkatan daya saing produk nasional menjadi fokus penting. Sektor ekonomi kreatif diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

>>> Ramalan Zodiak 17 Juni 2026: Libra, Scorpio, dan Sagitarius Bawa Kabar Beragam

Apresiasi dan Catatan Komisi VII DPR RI