Sektor ekonomi kreatif digital di Indonesia mendapat dorongan baru melalui kemitraan strategis antara Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI.

Kolaborasi ini bertujuan membantu generasi muda mengembangkan karya dan membuka peluang ekonomi di era digital. Langkah ini diambil seiring integrasi AI yang semakin pesat di berbagai industri.

>>> Muhammad Kiandra Ramadhipa Cetak Sejarah di Moto3 Junior Estoril

Data peluncuran program menunjukkan implementasi AI di Indonesia diproyeksikan memberikan dampak ekonomi hingga USD366 miliar pada tahun 2030.

Saat ini, tingkat penggunaan AI harian di dalam negeri mencapai 80 persen.

Melalui inisiatif ini, Indosat, Adobe, dan Kemenekraf berkomitmen memastikan talenta lokal memperoleh akses teknologi dan keterampilan digital yang relevan.

Salah satu program nyata adalah penyediaan akses premium Adobe Express secara gratis selama enam bulan untuk pelanggan IM3 dan Tri.

Adobe Express menyediakan fitur desain grafis, pembuatan konten visual, dan teknologi AI.

Fasilitas ini didukung materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Monetisasi Kreator dan Integrasi dengan GENSi

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan perlunya pemerataan akses terhadap teknologi dan peluang bagi talenta digital.

"Bakat itu tersebar merata, tetapi kesempatan tidak," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa AI seharusnya dipandang sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas, bukan pengganti peran manusia.

>>> Kemdiktisaintek Buka Sinkronisasi KIP Kuliah Jalur Mandiri 2026

Kemitraan ini menempatkan Indonesia sebagai negara pertama yang menjalankan program monetisasi kreator melalui Adobe Express.

Skema ini memungkinkan kreator lokal memproduksi template dengan sentuhan budaya setempat dan mendapatkan pendapatan saat dipublikasikan.