Dia adalah ayah saya, pria yang paling saya hormati dalam hidup saya, yang sangat membantu karier saya," tutur Zidane Iqbal.

"Saya bermain untuk Irak, besar di Inggris, tetapi ayah saya lahir di Pakistan. Kakek saya adalah generasi pertama di sana, jadi saya sangat menghormati sisi keluarga itu."

Ia menjelaskan desain sepatu botnya: "Saya memakai bendera Irak di sisi kiri dan bendera Pakistan di sisi kanan.

Saya pikir itu karena saya menghormati kedua sisi."

"Ketika orang bertanya apa yang lebih saya rasakan, saya tidak bisa menjawab. Bagi saya, keduanya setara.

Ini tentang rasa hormat dan sesuatu yang saya bawa dengan penuh kebanggaan," ungkapnya.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Melalui pencapaian ini, Iqbal berharap dapat memotivasi anak-anak muda dari berbagai latar belakang untuk mengejar mimpi di sepak bola profesional.

"Saya masih muda, tetapi saya akan menjadi pemain Pakistan pertama yang bermain di Piala Dunia.

Semoga beberapa anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola akan melihat itu dan percaya mereka juga bisa melakukannya," katanya.

Ia menambahkan bahwa perjalanan menjadi pesepak bola tidak mudah dan membutuhkan komitmen serta kerja keras.

"Semoga ketika anak-anak melihat orang yang mencoba menjadi pesepak bola profesional, atau saya, mereka melihat bahwa Anda bisa berhasil dari latar belakang mana pun, daerah mana pun, agama apa pun," jelas Iqbal.

Iqbal yang besar di Manchester juga menyatakan kepada Geo TV bahwa pilihan membela Irak tidak mengurangi rasa bangganya terhadap identitasnya.

>>> Fulham Patok Harga Sander Berge Rp500 M di Tengah Minat Manchester United

"Saya besar di Manchester sepanjang hidup saya, jadi saya bangga menjadi Mancunian, tetapi saya juga bangga dengan warisan saya.