Pergerakan ini sejalan dengan menguatnya data ekspor produk minyak sawit Malaysia periode 1-15 Juni sebesar 9,6% hingga 23,8% dibanding bulan sebelumnya.

Di pasar komoditas terafiliasi, kontrak minyak sawit di Bursa Dalian China menguat 0,56%.

Sebaliknya, kontrak minyak kedelai di Dalian turun tipis 0,06% dan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) terkoreksi 0,86%.

Laju penguatan harga CPO sempat tertahan oleh pelemahan harga minyak mentah dunia akibat harapan perdamaian konflik Iran dan pembukaan Selat Hormuz.

Penurunan harga minyak bumi berpotensi mengurangi daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku bahan bakar nabati.

Pelemahan nilai tukar Ringgit Malaysia sebesar 0,35% terhadap dolar AS memberikan dukungan tambahan. Kondisi ini membuat harga komoditas CPO Malaysia lebih murah bagi pembeli internasional.

Analis teknikal Reuters, Wang Tao, memproyeksikan pergerakan harga CPO masih berpotensi melanjutkan penguatan jika mampu melewati batas resistensi terdekat.

>>> Pendaftaran SPMB SMA/SMK Negeri Jateng 2026 Dibuka, Ini Jadwalnya

"Jika level tersebut berhasil dilewati, harga CPO berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 4.579 Ringgit Malaysia per ton," tutupnya.