Tamu Negara Kunjungi Istiqlal dan Katedral, Simbol Diplomasi Kerukunan
Kunjungan rutin para pemimpin dunia dan tamu negara ke Masjid Istiqlal serta Gereja Katedral Jakarta menjadi representasi kuat dari komitmen toleransi di Indonesia.
Agenda ini menjadi instrumen diplomasi untuk memperkenalkan model kehidupan beragama yang harmonis.
>>> Umat Muslim Dianjurkan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram
Alasan Pemilihan Istiqlal dan Katedral
Kementerian Agama RI menjelaskan dua alasan utama di balik pemilihan kedua lokasi ini sebagai agenda wajib bagi tamu negara.
Faktor pertama didasari atas nilai historis kawasan pusat ibu kota yang menjadi simbol berakhirnya masa kolonialisme.
Masjid Istiqlal sengaja dibangun di dekat Monumen Nasional sebagai wujud pernyataan kemerdekaan dan kedaulatan.
Alasan kedua merujuk pada visi besar Presiden pertama RI Soekarno yang ingin menghadirkan simbol kerukunan beragama kepada dunia.
Soekarno ingin membuktikan bahwa Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar mampu hidup berdampingan secara damai.
Infrastruktur Pendukung Toleransi
Keberadaan Terowongan Silaturahmi sepanjang sekitar 34 meter yang menghubungkan kedua bangunan suci semakin memperkuat pesan persatuan.
>>> Laba Operasional BCA Tumbuh Melambat Jadi Rp31,4 Triliun
Jalur bawah tanah ini menghubungkan umat Muslim dan umat Katolik secara langsung untuk memudahkan silaturahmi.
Sejumlah pemimpin dunia seperti Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier hingga Paus Fransiskus pernah menyaksikan langsung praktik moderasi beragama ini.
Konsep inklusif tersebut dinilai menjadi contoh sukses di tengah maraknya konflik berbasis agama di dunia.
Pesan Damai Universal
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan makna mendalam di balik keharmonisan dua tempat ibadah yang letaknya saling berdampingan.
"Di antara denting lonceng gereja dan suara bedug masjid yang bergantian, tersimpan pesan damai yang universal," kata Nasaruddin Umar.
Kunjungan diplomasi ini juga berfungsi mempererat hubungan bilateral Indonesia dengan negara sahabat dalam isu kebudayaan serta kerja sama antaragama.
>>> Wuyang Honda Luncurkan HooRide 125, Skutik Petualang dengan Dek Rata
Kompleks Istiqlal-Katedral menjadi representasi esensi Indonesia yang merdeka, beragam, dan bersatu.
Update Terbaru
Chelsea Evaluasi Masa Depan Nicolas Jackson Usai Kembali dari Bayern
Rabu / 17-06-2026, 01:40 WIB
Gambar Paten Bocorkan Desain Lucid Cosmos, EV Seharga Rp700 Jutaan
Rabu / 17-06-2026, 01:33 WIB
Argentina dan Prancis Siap Tempur di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 01:33 WIB
Segenggam Almond Sehari Bisa Revolusi Kesehatan Jantung Anda
Rabu / 17-06-2026, 01:32 WIB
Vivo X Fold 6 Resmi Meluncur dengan MediaTek Dimensity 9500
Rabu / 17-06-2026, 01:32 WIB
Prancis Terapkan Strategi Menyerang Lawan Senegal di Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 01:25 WIB
Irak vs Norwegia: Duel Perdana Grup I Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 01:24 WIB
Prancis Turunkan Skuad Bintang Lawan Senegal di Grup I Piala Dunia
Rabu / 17-06-2026, 01:24 WIB
Los Angeles FC Pinjamkan Adrian Wibowo ke Wacker Innsbruck
Rabu / 17-06-2026, 01:10 WIB
Gua Onkalo di Finlandia Siap Jadi Tempat Penyimpanan Abadi Limbah Nuklir
Rabu / 17-06-2026, 01:05 WIB
Sinopsis Ashes to Crown, Drama China Zhou Yiran di Netflix
Rabu / 17-06-2026, 01:05 WIB
Cara Mudah Deteksi Alat Pelacak Tersembunyi di Android dan iPhone
Rabu / 17-06-2026, 01:04 WIB
Prancis Tantang Senegal pada Jadwal Piala Dunia 17 Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 01:04 WIB
Daihatsu Mira TR-XX Avanzato R: Kei Car 4 Silinder Bertransmisi Manual Dilelang di AS
Rabu / 17-06-2026, 00:56 WIB






