Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam kalender Hijriah.

Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, termasuk menjalankan puasa Muharram yang disebut sebagai puasa paling utama setelah Ramadan.

>>> Laba Operasional BCA Tumbuh Melambat Jadi Rp31,4 Triliun

Puasa sunnah di bulan ini dapat dilakukan pada awal Muharram, khususnya puasa Tasua pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram.

Berikut adalah lafal niat yang dapat dibaca.

Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura

Niat puasa Muharram: Nawaitu shaumal Muharrami lillâhi ta‘âlâ (Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta’ala).

Niat puasa Tasua (9 Muharram): Nawaitu shauma Tâsû‘â-a lillâhi ta‘âlâ (Saya niat puasa Tasu’a karena Allah Ta’ala).

Niat puasa Asyura (10 Muharram): Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lillâhi ta‘âlâ (Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta’ala).

>>> Wuyang Honda Luncurkan HooRide 125, Skutik Petualang dengan Dek Rata

Pembacaan niat puasa sunnah Muharram dapat dilakukan sejak malam hari setelah Magrib hingga sebelum fajar.

Seseorang juga diperbolehkan berniat pada siang hari sebelum waktu Zuhur tiba, dengan syarat belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Keutamaan dan Amalan di Bulan Muharram

Rasulullah SAW menyebut puasa Muharram sebagai puasa terbaik setelah Ramadan. Puasa Asyura pada 10 Muharram diyakini dapat menghapuskan dosa-dosa kecil selama satu tahun.

Anjuran puasa Tasua pada 9 Muharram bertujuan sebagai pembeda dari tradisi puasa kaum Yahudi.

Selain puasa, umat Muslim dianjurkan meningkatkan amalan lain seperti memperbanyak dzikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, bersedekah, menjalin silaturahmi, dan memperbanyak doa.

>>> BGN Perluas Layanan Makan Bergizi Gratis Lewat SPPG pada 2026

Momentum tahun baru Hijriah ini juga menjadi waktu yang tepat untuk muhasabah, introspeksi diri, dan bertaubat.