Namun, otoritas sepak bola tertinggi bergerak cepat membatasi ruang gerak simbol politik tersebut.

>>> Timnas Yordania Siapkan Formasi 4-4-2 untuk Redam Agresivitas Austria

Kebijakan ketat langsung diberlakukan demi menjaga netralitas jalannya kompetisi olahraga.

FIFA secara resmi melarang pengibaran bendera era pra-revolusi di dalam area tribun stadion.

Keputusan ini diambil dengan bersandar pada regulasi keselamatan dan ketertiban penonton.

Gugatan hukum sempat dilayangkan untuk membatalkan aturan sepihak yang dikeluarkan oleh FIFA tersebut.

Kendati demikian, sidang darurat di Los Angeles pada hari Senin tetap memperkuat sanksi larangan itu.

Di seberang kelompok demonstran, riuh dukungan untuk skuad di lapangan tetap terdengar.

Sebagian warga Iran memilih memisahkan sentimen politik demi membela perjuangan para atlet.

Mereka menganggap ajang internasional ini harus menjadi pemersatu bangsa yang sedang terkoyak.

Fokus utama kelompok ini adalah memberikan energi positif bagi perjuangan kesebelasan nasional.

Penggemar sepak bola Iran, Mehdi Jafarim, menyuarakan pandangannya yang berseberangan dengan aksi protes di luar.

Ia memilih untuk tetap masuk ke stadion dan memberikan dukungan penuh.

"Kami di sini untuk mendukung Iran. Saya pikir, kita semua harus melepaskan politik dan masuk saja serta mendukung Team Melli."

Ketegangan di Stadion SoFi merupakan kelanjutan dari polarisasi panjang pasca-Revolusi Islam 1979.

Sejak saat itu, jutaan warga Iran memilih bermigrasi dan menetap di wilayah California, Amerika Serikat.

Komunitas ekspatriat di Los Angeles dikenal sangat vokal dalam menentang kebijakan domestik Teheran.

>>> Harga Batu Bara Melonjak, Saham Sektor Energi Diprediksi Naik 57%

Oleh karena itu, setiap laga internasional berskala besar selalu menjadi magnet bagi aksi unjuk rasa warga diaspora.