Bek tengah Arsenal, William Saliba, diproyeksikan tampil sejak awal membela Tim Nasional Prancis dalam laga pembuka Piala Dunia melawan Senegal di East Rutherford pada Selasa malam, 16 Juni 2026.

Pemain berusia 25 tahun tersebut tetap menjadi bagian penting dari rencana pelatih Didier Deschamps meskipun ia dilaporkan sedang mengelola cedera punggung yang dialaminya sejak sebelum final Liga Champions bersama Arsenal.

>>> Theo Hernandez Bicara soal Masa Depan Pelatih Prancis Jelang Piala Dunia 2026

Kondisi fisik Saliba sempat memicu kekhawatiran di kalangan pendukung Arsenal mengenai kesiapannya menghadapi turnamen besar, namun tim medis Prancis terus memantau perkembangannya secara ketat.

Didier Deschamps selaku pelatih Timnas Prancis berusaha meredakan kekhawatiran tersebut dengan menegaskan bahwa situasi cedera sang pemain masih berada di bawah kendali tim medis.

"He [Saliba] is being looked after by the medical staff, and we are also managing him based on how he feels.

But it’s something he’s had for several weeks and it hasn’t prevented him from playing every match with Arsenal, including that final for 120 minutes," kata Didier Deschamps.

Perjalanan Berat Saliba

Saliba yang sukses membawa Arsenal menjuarai Liga Premier 2025-2026 sempat melewati fase sulit pada awal kepindahannya dari Saint-Etienne ke London pada tahun 2020, termasuk saat harus menghadapi duka mendalam akibat kepergian ibunya di usia 19 tahun.

Mantan pelatih masa remaja Saliba di Bondy, Fabio Frasconi, mengungkapkan beratnya perjuangan emosional dan profesional yang harus dilewati oleh sang pemain pada masa-masa awal tersebut.

"95 % of players who would have experienced what he went through would have given up," kata Fabio Frasconi.