Dalam internal ruang ganti Les Bleus, Saliba memilih untuk memimpin lewat aksi nyata di lapangan dan komunikasi organisasi pertahanan yang terinspirasi dari Raphael Varane.

"It’s clear that I’m not someone who’s going to speak up in the locker room like Maignan or Mbappé.

But as a defender, I operate on the principle that you have to talk a lot to your teammates on the pitch, because you see everything.

So I try to do that. And then play well and win my duels.

That’s how you make your mark on a team," kata William Saliba.

Motivasi besar Saliba di Piala Dunia kali ini juga didorong oleh keinginan untuk membalas kekalahan Prancis dari Argentina pada final edisi 2022 di Qatar.

"Argentina. When a team beats you the way they beat us, you want to play them again.

>>> Arsenal Sepakati Syarat Pribadi dengan Gelandang Roma Manu Kone

You want revenge," kata William Saliba.