Di era ketidakpastian ekonomi, kemampuan meramal masa depan bukan lagi monopoli paranormal. Para CEO dan entrepreneur kini dituntut memiliki kemampuan trend spotting untuk membaca arah pasar.

Krisis global telah menghancurkan ribuan perusahaan dan menjatuhkan banyak pemimpin bisnis.

>>> Irak vs Norwegia: Daftar Pemain untuk Laga Perdana Piala Dunia 2026

Salah satu contohnya adalah Ho Ching, CEO Temasek Holdings yang mundur setelah investasi besar di Merrill Lynch gagal akibat krisis subprime.

Stan O'Neal, CEO Merrill Lynch, juga harus meletakkan jabatan setelah bank investasi itu mencatat kerugian miliaran dolar AS, terbesar dalam 93 tahun sejarah perusahaan.

Kunci Sukses Steve Jobs

Berbeda dengan mereka, Steve Jobs justru bangkit setelah dipecat dari Apple pada 1985.

Ia kemudian mendirikan NeXT dan menginvestasikan $50 juta untuk menyelamatkan Pixar Animation yang saat itu krisis keuangan.

Keputusan berani Jobs membuahkan hasil saat film Toy Story (1995) meraih box office. Kesuksesan itu menjadikannya miliarder dalam semalam dan membuka jalan bagi akuisisi NeXT oleh Apple.

Jobs kembali ke Apple dan meluncurkan produk ikonik seperti iMac (1999), iPod (2001), iTunes (2003), dan iPhone yang diprediksi terjual 45 juta unit pada 2009.

>>> Jadwal Konser Jakarta Fair 2026: Slank, JKT48, dan Deretan Musisi Ternama

Kunci keberhasilan Jobs adalah inovasi dan penciptaan nilai. Ia percaya bahwa cerita yang hebat akan abadi, bukan sekadar teknologi.

Pelajaran dari Pixar

Jobs memainkan peran penting dalam menyelamatkan Pixar.

Setelah dipecat dari Apple, ia membeli divisi grafis komputer Lucasfilm seharga $10 juta dan mengganti namanya menjadi Pixar.

Pada awal 1990-an, Pixar merugi besar.

Jobs hampir menjual perusahaan ke Microsoft atau Hallmark, tetapi setelah melihat cuplikan Toy Story, ia memutuskan menambah investasi dan mendanai IPO Pixar.

Toy Story mengubah industri animasi dari gambar tangan menjadi digital. Kesepakatan $26 juta dengan Walt Disney Pictures pada 1991 menjadi fondasi kesuksesan tersebut.

>>> Prancis Kalahkan Senegal 3-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Semoga kemampuan trend spotting juga dimiliki para CEO Indonesia, seperti Karen Agustiawan yang memimpin Pertamina.