Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026, setelah libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Sebelumnya, IHSG ditutup melesat 4,12 persen atau naik 247 poin ke posisi 6.254,96 pada Senin (15/6/2026).

>>> Ramalan Zodiak Cancer, Leo, dan Virgo: Evaluasi Kerja hingga Kelola Waktu

Penguatan ini didorong oleh berkurangnya tekanan jual investor asing dan terbentuknya pola pembalikan arah.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyatakan momentum penguatan masih terjaga di atas area support penting.

Ia memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 6.071–5.931 dengan target resistance 6.300–6.360.

Faktor lain yang dicermati pasar adalah hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan mempertahankan suku bunga BI Rate di level 5,50 persen.

>>> Timnas Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Sentimen global dari kebijakan suku bunga Federal Reserve dan potensi penurunan harga minyak dunia juga berdampak positif bagi rupiah.

Praktisi Pasar Modal sekaligus Pendiri WH-Project, William Hartanto, memproyeksikan IHSG berada di rentang 6.188–6.400. Menurutnya, tembusnya level 6.200 menjadi konfirmasi pembalikan arah tren pasar.

Sebagai strategi investasi, sejumlah saham direkomendasikan, antara lain PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) dengan target Rp 1.900–Rp 2.000 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) pada target Rp 2.300–Rp 2.400.

>>> Dow Jones Cetak Rekor Baru, Saham Teknologi Tekan S&P 500 dan Nasdaq

BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan opsi beli untuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di kisaran Rp 4.400–Rp 4.500 serta mencermati saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).