Banque de France secara resmi menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Prancis tahun 2026 menjadi 0,5 persen.

Keputusan ini diumumkan pada Selasa, 16 Juni 2026, menyusul kontraksi Produk Domestik Bruto sebesar minus 0,1 persen pada kuartal pertama.

>>> Prancis Hadapi Senegal di Piala Dunia 2026 Tanpa Kejutan Formasi

Bank sentral sebelumnya mengantisipasi pertumbuhan sebesar 0,9 persen pada Maret lalu.

Namun, survei konjunktur bulanan terbaru menunjukkan aktivitas industri melambat tajam pada Mei serta penurunan di sektor jasa dan konstruksi.

Kepala Ekonom Banque de France, Xavier Debrun, mengonfirmasi revisi ke bawah tersebut di tengah ketidakpastian global.

Ia menyatakan bahwa Mei bukanlah bulan yang baik bagi ekonomi Prancis, dengan perlambatan signifikan di sektor industri.

Debrun menambahkan bahwa perdagangan luar negeri akan menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga cenderung mandek di angka 0,2 persen akibat inflasi yang diperkirakan mencapai rata-rata 2,5 persen.

>>> Bank Sentral Perancis Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 Jadi 0,5%

Dampak inflasi turut menekan daya beli masyarakat hingga minus 0,4 persen tahun ini. Tingkat pengangguran diproyeksikan tertahan di kisaran 8,2 persen hingga akhir tahun.

Debrun memproyeksikan pemulihan pertumbuhan sebesar 0,9 persen pada 2027 dan 1,2 persen pada 2028 setelah guncangan mereda.

Ia menyebut akan ada rebound aktivitas ekonomi setelah krisis berlalu.

Kondisi ekonomi yang lesu membuat target defisit publik pemerintah Prancis sebesar 5 persen dari PDB terancam tidak tercapai.

Bank sentral memproyeksikan defisit riil bisa membengkak hingga minus 5,2 persen tanpa adanya penghematan anggaran tambahan.

>>> Argentina dan Prancis Siap Tempur di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Banque de France memperingatkan bahwa situasi tersebut tidak akan cukup untuk menstabilkan trajektori utang publik Prancis. Utang berisiko menyentuh angka 122 persen dari PDB pada tahun 2028 mendatang.