Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,50 Persen, Rupiah Menguat
Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen pada pertengahan Juni 2026.
Keputusan ini diumumkan pada Selasa, 16 Juni 2026, sebagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi tetap dalam target.
>>> KBBI Tetapkan Penulisan Idulfitri yang Benar Serangkai
Kenaikan ini merupakan bagian dari pengetatan moneter bertahap yang dilakukan BI dalam dua bulan terakhir.
Total akumulasi kenaikan BI Rate sejak Mei 2026 mencapai 75 bps, setelah sebelumnya BI menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada akhir Mei.
Penyesuaian Instrumen Moneter Lainnya
Seiring kenaikan BI Rate, BI juga menyesuaikan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,25 persen dan Lending Facility menjadi 6,00 persen.
Kebijakan ini mengakhiri periode suku bunga stabil di level 4,75 persen yang bertahan sejak September 2025 hingga April 2026.
BI menargetkan inflasi tetap dalam koridor 2,5 plus minus 1 persen untuk tahun 2026 dan 2027.
Dampak Positif pada Nilai Tukar Rupiah
Kenaikan BI Rate memberikan sentimen positif di pasar valas.
Pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026, rupiah menguat 0,85 persen ke level Rp 17.708 per dolar AS.
>>> Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Angka Rp2.508.192 per Gram
Bahkan, rupiah sempat menyentuh level Rp 17.673,5 per dolar AS pada pukul 11.26 WIB, menguat hingga 1,04 persen.
Penguatan ini seiring penurunan Indeks Dolar AS (DXY) ke area 99,5 dan yield SBN tenor 10 tahun di posisi 7,4 persen.
Selain suku bunga, BI menerapkan sejumlah kebijakan makroprudensial untuk mengamankan pasokan valas.
Kebijakan tersebut meliputi penurunan threshold tunai beli valas tanpa underlying menjadi USD 25.000 per pelaku per bulan, pelonggaran Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) mulai 1 Juli 2026, dan peningkatan insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai 1 Agustus 2026.
BI juga menargetkan integrasi 47 juta merchant QRIS pada 2026 melalui program QRIS Jelajah Indonesia.
Meski efektif menstabilkan nilai tukar, pengetatan moneter berdampak pada debitur dengan bunga mengambang.
Sebagai contoh, seorang karyawan di Solo dengan cicilan rumah floating Rp 3 juta per bulan berpotensi mengalami kenaikan cicilan.
>>> Promo Es Krim Indomaret 26 April 2026: Wall's Beli 2 Gratis 1
BI memastikan pasokan likuiditas tetap optimal dengan pertumbuhan uang primer dijaga di atas 10 persen.
Update Terbaru
Bocoran Vivo T5 Lite 5G: Baterai 6500mAh, Layar 120Hz, Dimensity 6300
Selasa / 16-06-2026, 16:00 WIB
Galaxy S26 Terima Pembaruan One UI 9.0 Beta Ketiga dengan Perbaikan Bug
Selasa / 16-06-2026, 16:00 WIB
Pembuatan Kiswah Ka'bah dengan Teknologi Canggih Rampung
Selasa / 16-06-2026, 16:00 WIB
Meta Luncurkan Mode AI di Facebook, Andalkan Data Unggahan Pengguna
Selasa / 16-06-2026, 16:00 WIB
Teheran Tegaskan Israel Terikat dalam Kesepakatan Damai AS-Iran
Selasa / 16-06-2026, 15:59 WIB
Kapal Portugis Berusia 500 Tahun Bermuatan Emas Ditemukan di Gurun Namibia
Selasa / 16-06-2026, 15:56 WIB
Bukti Baru Kaitkan Virus Umum dengan Penyakit Alzheimer
Selasa / 16-06-2026, 15:56 WIB
Kucing Lebih Pintar dari yang Anda Kira: Beberapa Trah Bisa Belajar Trik Seperti Anjing
Selasa / 16-06-2026, 15:54 WIB
Aturan Emas Nikmati Manisan Tanpa Lonjakan Gula Darah
Selasa / 16-06-2026, 15:54 WIB
Hangtuah Jakarta Lepas Pelatih dan Kapten Tim untuk Persiapan IBL 2027
Selasa / 16-06-2026, 15:54 WIB
Kupu-Kupu Terberat di Dunia Ternyata Bersembunyi di Australia
Selasa / 16-06-2026, 15:53 WIB
Travel ke 190+ Negara dengan Biaya Kurang dari €4? Ini Caranya
Selasa / 16-06-2026, 15:53 WIB
Robot Kini Bersekolah di China untuk Kuasai 45 Keterampilan
Selasa / 16-06-2026, 15:53 WIB
Efek Kafein pada Otak Saat Tidur: Lebih Waspada, Kurang Pulih
Selasa / 16-06-2026, 15:52 WIB






