Timnas Indonesia U-19 mendapatkan banyak pelajaran berharga dari gelaran Piala AFF U-19 2026. Kegagalan mempertahankan gelar juara harus dijadikan introspeksi dan motivasi untuk berbenah.

Tim asuhan Nova Arianto hanya mampu finis di peringkat ketiga setelah mengalahkan Kamboja U-19 dengan skor 1-0 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sabtu (13/6/2026).

>>> Harga XRP 16 Juni 2026 Naik 3,83 Persen, Lampaui Kinerja Bitcoin

Seluruh elemen tim menyadari masih ada kekurangan yang harus diperbaiki.

Kelemahan ini perlu dibenahi agar mampu bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 pada 31 Agustus hingga 6 September mendatang.

Evaluasi Menyeluruh

Pengamat sepak bola senior, Gusnul Yakin, menilai polesan Nova Arianto menunjukkan banyak kemajuan. Namun, hasil tersebut masih belum cukup mumpuni untuk bersaing di level Asia.

"Dari empat pertandingan di Piala AFF U-19, Timnas Indonesia U-19 hanya kalah dari Australia U-19.

Kita akan bertemu Australia lagi di Kualifikasi Piala Asia U-20, jadi level permainan harus ditingkatkan," ujar Gusnul.

Ia menyoroti faktor ketenangan bermain di semua lini yang masih perlu diperbaiki. Para pemain dinilai kurang tenang saat menguasai bola dan mengatur ritme permainan.

>>> Mendagri Terbitkan Aturan WFH ASN Setiap Hari Jumat Mulai April 2026

Gusnul juga melihat lini tengah Timnas Indonesia U-20 belum stabil, terutama dalam mengatur ritme dan mengalirkan bola ke depan.

"Lini tengah harus bermain lebih rapat dan sabar, serta memiliki variasi serangan," tambahnya.

Timnas Indonesia U-20 tergabung di Grup H bersama Laos U-20 sebagai tuan rumah, Malaysia U-20, dan Australia U-20.

Pertandingan akan digelar di Vientiane.

Gusnul mengingatkan agar waspada terhadap Laos U-20 yang absen di Piala AFF U-19 lalu. "Absennya Laos membuat Nova Arianto buta kekuatan mereka.

>>> Promo Indomaret Weekend 30 April-3 Mei 2026: Diskon Telur dan Mama Lemon

Sebagai tuan rumah, Laos pasti punya motivasi tinggi," pungkasnya.