Komunitas pelari di Indonesia kini bisa merasakan langsung teknologi pemulihan fisik yang digunakan atlet kelas dunia.

Hyperice Indonesia secara resmi menghadirkan Hyperice Experience Center pertama di Indonesia yang berlokasi di Pèpro Pitstop Hustle Mahakam, Jakarta.

>>> Kemenhaj Pastikan Pemulangan Jemaah Haji Gelombang II Berjalan Aman

Peluncuran fasilitas ini bertepatan dengan gelaran BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 yang diikuti puluhan ribu pelari dari dalam dan luar negeri.

Teknologi Pemulihan untuk Semua

Hyperice menghadirkan perangkat unggulan seperti Hypervolt, Normatec, dan Venom yang telah digunakan oleh atlet elite global.

Beberapa nama besar yang menggunakan teknologi ini antara lain pebasket LeBron James, petenis Naomi Osaka, pesepakbola Erling Haaland, dan pelari maraton Eliud Kipchoge.

Hyperice juga merupakan mitra resmi NBA dan World Marathon Majors (WMM).

Pemilik Hyperice Indonesia, Ricky Tanaga, mengatakan bahwa pusat pengalaman ini bertujuan memperkenalkan pentingnya pemulihan dalam meningkatkan performa olahraga.

"Lari bukan hanya soal seberapa jauh dan cepat kita melangkah, tetapi juga bagaimana tubuh pulih untuk kembali berlari keesokan harinya.

>>> IHSG Ditutup Menguat 4,12%, Saham BMRI dan TPIA Diburu Asing

Melalui Hyperice Experience Center, kami ingin memperkenalkan budaya recovery sebagai bagian penting dari performa kepada komunitas pelari Indonesia," ujar Ricky dalam keterangan pers, Selasa (16/6/2026).

Di Experience Center, pengunjung dapat mencoba langsung berbagai teknologi pemulihan fisik, termasuk terapi pijat dengan percussion therapy, kompresi dinamis, serta terapi suhu panas dan dingin.

Fasilitas ini dirancang untuk memulihkan otot sekaligus menekan risiko cedera.

Kehadiran pusat kebugaran ini menegaskan komitmen jangka panjang Hustle Mahakam dan Pèpro dalam menginisiasi ekosistem olahraga lari yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Fokus gerakan ini tidak hanya pada latihan fisik dan kompetisi, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya pemulihan bagi atlet profesional maupun pelari rekreasional.

>>> DPR Setujui Pagu Indikatif Kementerian ESDM Rp27,33 Triliun untuk 2027

Melihat tren olahraga lari yang berkembang pesat di Indonesia, Hyperice berharap teknologi pemulihan yang dulu identik dengan atlet profesional kini dapat diakses lebih luas oleh masyarakat umum.