Apresiasi atas Kesepakatan Damai

Sarmuji menyambut baik pengumuman tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator, mengumumkan bahwa kedua pihak telah menyatakan penghentian operasi militer secara segera dan permanen di seluruh front, termasuk di Lebanon.

Upacara penandatanganan resmi dijadwalkan pada 19 Juni 2026 di Swiss.

Presiden AS Donald Trump membenarkan hal tersebut, sementara Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi bahwa teks kesepakatan telah difinalisasi dan akan ditandatangani pada Jumat (19/6).

"Ini adalah kabar yang ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat dunia yang mendambakan perdamaian.

Fraksi Partai Golkar DPR RI menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas tercapainya kesepakatan ini," ujar Sarmuji.

Sarmuji menekankan bahwa kesepakatan ini bukan hanya kemenangan bagi kedua negara yang bertikai, melainkan juga kemenangan bagi tatanan multilateral dan peran aktif diplomasi negara-negara berkembang.

>>> Xiaomi Resmi Luncurkan POCO C81 Pro di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Pakistan, bersama Turki, Qatar, dan Arab Saudi, memainkan peran kunci sebagai fasilitator dalam proses perundingan yang panjang dan melelahkan ini.

"Ini membuktikan bahwa jalur diplomasi, sekalipun sulit dan berliku, selalu lebih bermartabat daripada perang," tegasnya.

Perdamaian di atas kertas, Sarmuji menekankan, harus segera diterjemahkan ke dalam pemulihan ekonomi yang nyata.

Perang AS-Iran telah meninggalkan luka ekonomi yang dalam, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi bagi seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"Kami berharap kesepakatan damai ini segera berdampak pada penurunan harga minyak dunia yang selama ini terdampak oleh eskalasi konflik dan penutupan Selat Hormuz.

Harga minyak yang tinggi membebani APBN kita melalui subsidi BBM yang membengkak, menekan daya beli masyarakat, dan menambah tekanan inflasi.