Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dilaporkan mendesak Timnas Iran untuk segera meninggalkan Amerika Serikat menuju Meksiko.

Tekanan ini muncul setelah pertandingan perdana Iran melawan Selandia Baru yang berakhir imbang 2-2.

>>> Argentina Hadapi Aljazair pada Laga Perdana Piala Dunia 2026

Langkah FIFA tersebut memicu rasa frustrasi di dalam skuad Iran. Mereka merasa diperlakukan tidak adil selama turnamen Piala Dunia 2026 berlangsung.

Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mendatangi ruang ganti Iran usai pertandingan. Ia memberikan pesan dukungan moral kepada para pemain.

"Saya tahu apa yang kalian alami, saya mengerti.

Tapi kalian lebih kuat dari semua ini, dan kalian mengirim pesan kuat ke seluruh dunia," kata Infantino seperti dikutip dari GiveMeSport.

Infantino juga dikabarkan membantu memfasilitasi penambahan delegasi Iran agar bisa masuk ke AS untuk pertandingan berikutnya.

Namun, kapten Timnas Iran Mehdi Taremi menilai persoalan lebih rumit dari sekadar bantuan visa.

"Dia tentu ingin membantu kami, tapi ini juga soal hal-hal lain. Semua orang tahu situasinya," ujar Taremi.

>>> Review JBL BandBox Trio: Speaker Pintar dengan Stem AI untuk Karaoke

Persiapan skuad Iran terganggu akibat kendala logistik dan birokrasi. Mereka terpaksa menetap dan berlatih di Meksiko, lalu bolak-balik ke AS hanya untuk bertanding.

Penolakan visa bagi sejumlah anggota tim memperparah masalah.

Pelatih Timnas Iran Amir Ghalenoei mengaku bingung dengan instruksi mendadak untuk segera pergi setelah pertandingan. "Mereka mengatakan kami harus segera pergi.

Kami benar-benar terganggu dengan hal itu. Kami tidak tahu mengapa kami harus dipulangkan, ini sangat aneh," ujarnya.

Ghalenoei merasa timnya tidak mendapatkan keadilan yang sama dengan kontestan lain. "Tim kami adalah yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia," tegas pelatih berusia 62 tahun tersebut.

Striker utama Iran Mehdi Taremi menggambarkan situasi dengan emosional. "Semuanya seperti bencana bagi kami," kata Taremi.

Seorang pejabat internal Iran mengonfirmasi bahwa perintah pemulangan kilat merupakan instruksi langsung dari FIFA. Skuad Iran diminta kembali ke Tijuana, Meksiko, hanya beberapa jam setelah laga usai.

>>> Pelemahan Rupiah Berpotensi Naikkan Harga Obat 10-20 Persen

Bus rombongan tim dilaporkan telah meninggalkan area stadion sekitar dua jam setelah peluit panjang.